Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Main Menu

blind spot branding

 

"Mas mengapa menyatukan dimensi bisnis & brand dalam satu kesatuan?"

️Saya pernah menangani bisnis dengan level corporat dan level UKM. Mulai group Yamaha sampai pedagang Lumpia.


*Level korporat*
(biasanya walaupun tidak selalu)
timnya sudah lengkap.
Strategic plan sudah clear
Arah bisnis jelas
Data jelas & lengkap

*Kebalikan dengan level UKM*
(Biasanya walaupun tidak selalu)
Timnya masih tumpang tindih.
Strategic plan belum clear
Arah bisnis masih meraba-raba.
Data minim bahkan sering kali tidak ada.

Biar lebih jelas, simak studi kasus dibawah ini...

Sesaat setelah menjadi pembicara di sebuah seminar, beberapa peserta mendekati & konsultasi.

Salah seorang perserta curhat & konsultasi, “Mas, kalau saya undang ke Banjar untuk bisakah, saya perlu jasanya mas?”

“Ibu bisnis apa? Sudah berapa lama?” Tanya saya

️“*Burger sudah 5 tahun*…” Jawabnya

❓“Masalahnya apa?”

▶️“Penjualan saya *stagnan* dan Pizza Hut barusan masuk di Gorontalo, saya sedikit *khawatir kalah saingan dengan Pizza Hut*…”

?Sebelum jauh-jauh memberikan nasehat positioning, tambah diferensiasi, perkuat USP, tambah menu, lakukan sesuatu yang Pizza hut yang tidak bisa lakukan. Sebelum jauh-jauh kesana. Saya lebih senang mendengar *pelajaran dari perjalanan bisnis 5 tahun*.

?5 Tahun bukan waktu sebentar, pasti banyak cerita dan pelajaran.
Dari mana mendapatkan kisahnya? *Laporan Keuangan*.

❓“Sudah berapa lama konsumen loyal dengan brand ibu & apa yang membuat loyal? Kalau belum data akurat berbasis riset, dijawab kira-kira dulu saja…”

▶️“Kurang lebih semenjak awal konsumen saya sudah loyal… yang membuat mereka bertahan adalah kebanyakan karena *rasa nyacocok dengan lidah orang Gorontalo*…”

❓“Bentuknya restaurant atau booth?”

▶️“Booth dengan ada tempat makannya…”

Setelah menjawab begitu, saya tambah penasaran.

❓“*Bagaimana bisa, konsumen loyal, produk diterima pasar. Dengan Booth biaya ekspansi tidak begitu mahal. Apa yang menghalagi untuk memperbesar sales & ekspansi…?*“ Tanya saya

▶️“Saya khawatir dengan Pizza Hut.. Tempat lebih bagus Pizza Hut, brand lebih terkenal…” Kekhawatiran sang owner.

❓“Range harga jual produk berapa?”

▶️“17 ribu - 23 ribu…(saya agak-agak lupa dikit)”

❓“80% yang paling banyak laku yang mana?”

▶️“19 ribu”

❓“Orang beli makan di tempat & delivery / take away, perbandingannya bagaimana?”

▶️“*Kira-kira 90% delivery order / take away & sisanya makan ditempat*”

❓“Loh… mana irisan pasarnya dengan Pizza Hut?
?*Pertama*, dari sisi harga enggak ada irisan. Harga tertinggi anda 23 ribu. Harga paling bawahnya Pizza Hut-pun tidak ada segitu,

?*Kedua*, Pizza Hut mungkin 80 % makan ditempat dan 20% delivery. Pizzanya ibu kebalikan, 10% yang makan ditempat.
Buat apa bersaing pada “tempat makan” jika itu bukan core value…90 % konsumen yang take away / delivery order saya yakin tidak peduli, apakah tempat makan dine in pizza anda keren atau tidak, karena mereka tidak membutuhkannya…”

▶️“Hmmm…. Berarti kalau saya ekspansi fokus ke take away ya? Kenapa saya tidak menyadarinya…”

❓“Masih ada lagi… karena bisa jadi produknya masuk ke dalam *impuls product, ada strategi khusus* … nah yang ini saya sampaikan kapan-kapan aja… Ibu sudah ditunggu di lapangan Futsal….”

?*Hightlight*

?*1| Itulah Blind Spot…*
Karena rutinitas harian, seringkali pengusaha tidak dapat melihat hal-hal yang tersembunyi. Sehingga membutuhkan bantuan orang lain untuk memperlihatkannya.

salah satu tugas coach adalah memperlihatkan blind spot coachee anda.
Perbanyaklah mengeksplore dengan bertanya…

Termasuk saya pun, saya memliki coach yang mendampingi saya untuk memperlihat blind spot saya.

?2| Diagnosa-diagnosa-diagnosa sebelum obat*

?3| Tingkatkan kompetensi dalam “memahami” laporan keuangan*
Laporan keuangan, jika anda dapat membuka enkripsinya, ada story telling disitu.
Memahami hal-hal dibelakang angka.

❓Ada yang nanya “loh…brand kok bicara laporan keuangan…”

▶️“Filosofi Neyma Way yang pertama adalah *Bisnis & Brand adalah sekeping mata uang yang hanya berbeda sisi*…Bisnis & Brand adalah satu. Melihat kesehatan bisnis bukan dari yang terlihat oleh mata baik-baik saja tetapi dari laporan keuangan. Kan ada orang yang kena kanker, tetapi terlihatnya tubunya biasa saja… Maka melihatnya dari laporan laboratorium”

▶️Al Ries sebagai praktisi Marketing & Branding dunia, pernah ditanya, “Orang Manajamen itu seperti apa?”

▶️Al Ries Menjawab : *Seorang praktisi marketing yang bisa membaca laporan keuangan dan laporan rugi laba*

▶️Salah satu kasus, toko jilbab, naik penjualan 3X lipat. Dan alhamdulillah setahun ini konstan tumbuh. Bukan naik 3X lipat hanya 1 atau 2 bulan saja kemudian turun lagi. Sewaktu mendiagnosa saya menggunakan laporan keuangan. Kemudian merumuskan strategi.

️Yang anda butuhkan bukan hanya SALES GROWTH, tetapi *SUSTAINABLE SALES GROWTH*
Kalau tujuannya sustainable sales growth, perubahannya adalah pada sisi fundamental bukan polesan atau taktikal.
Saya ceritakan detailnya kalau pas ngopi aja ya

(Anggie Wijaya, P.)