Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Main Menu

spiritual branding

 

Jika profit menurun, target tidak kunjung tercapai. Jangan buru-buru menyalahkan Marketing. Bisa jadi sales dan marketing telah digelontorkan sedemikian rupa tetapi target tak kunjung tercapai. Jika hal ini terjadi, coba evaluasi dulu Brand Strategy anda. Tepatnya Brand Positioning perusahaan anda. Kemungkinan besar jika sales dan marketing telah berjibaku siang malam namun target tak kunjung tercapai, maka anda sebenarnya sedang menembak sasaran kosong. Memancing di kolam yang tidak sesuai.

 
Setiap perusahaan, setiap produk diakui atau tidak, pasti memiliki target pasar yang khas. Kekhasan inilah target pasar yang menjadi penopang utama perputaran finansial diperusahaan anda. Setiap jenis target pasar memiliki perilaku dan bahasa yang khas pula, yang hanya akan diketahui pelaku pasar berpengalaman. Salah memilih bahasa dan perilaku dalam berkomunikasi dengan target pasar anda, maka sales dan marketing apapun seakan tak berdampak banyak dalam pencapaian target perusahaan. Atau dalam istilah lain, perusahaan anda salah menerapkan Brand Positioning.
 
Setiap keputusan untuk melakukan transaksi, konsumen sejatinya tidak mengambil keputusan itu sendiri. Ada pengaruh-pengaruh lingkungan yang menjadi latar belakang pengambilan keputusan itu. Bisa jadi itu adalah anggota keluarga, teman, komunitas atau figur publik yang dianggapnya kompeten untuk menjadi rujukan. Itulah mengapa mengenali perilaku dan bahasa yang digunakan oleh target pasar sangatlah penting. Tetapi diatas semuanya itu, ada faktor penentu pengambilan keputusan yang lebih berpengaruh pada konsumen kita. Yaitu Allah SWT. Jika Allah tidak berkenan menggerakkan konsumen kita untuk bertransaksi dengan kita, mau apa? Sekeras apapun sales dan marketing kita genjot, hasilnya tak akan pernah memuaskan. Karena itu upaya agar upaya kita didukung oleh Allah jauh lebih penting dari Brand Positioning di mata pasar. Inilah Spiritual Branding.
 
Segenap upaya untuk memaksimalkan turunkan Rahmat dan Ridho Allah atas usaha kita, itulah Spiritual Branding. Spiritual Branding tidak cukup hanya dengan membuat Business Plan lima tahun, sepuluh tahun bahkan seratus tahun. Tetapi Spiritual Branding disusun berdasarkan Business Plan yang menembus hingga dimensi alam yang berbeda, hingga akhirat. Business Plan hendaknya dirancang agar semua unsur dalam perusahaan bergerak untuk meraih ampunan Allah dengan mendekatkan lagi diri yang hina ini ke mesjid, menjadikan Quran sebagai tuntunan ahlaq dalam hidup. Memantaskan diri yang hina ini untuk layak mendapatkan ampunan dari Allah SWT..
 
Belajar lagi untuk tidak terlalu peduli dengan gemerlap dunia yang menipu. Sehebat apapun strategy kita.. sehebat apapun team kita dalam mengeksekusinya.. seluar biasa apapun kekuatan financial dan jaringan kita untuk menjalaninya.. Kalau Allah SWT tidak berkehendak mau apa..
 
Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri? (QS Al Mulk: 21)
......
 
Itulah mengapa kita perlu menguasai SPIRITUAL BRANDING..
 
Sebuah teknik mendatangkan tidak saja rezeki, tetapi juga ampunan Allah melalui pertolongan Allah SWT dengan pasukan malaikat langitnya yang sebenarnya sudah diajarkan kepada kita, dan sudah kita lakukan sejak kita mulai memasuki masa baligh kita.
 
Tentu saja, selain waktu yang tepat (tepat waktu).. agar presentasi kita betul betul mendapatkan perhatian dari para malaikat yang menilai seberapa bersungguh sungguhnya kita dan seberapa menguasainya kita akan materi di dalam presentasi proposal pengajuan rahmat bagi kita tersebut..
 
Pakaian terbaik kita, kondisi terbaik kita .. penyampaian terbaik kita.. pasti juga akan menjadi perhatian dan penilaian para Malaikat..
Selain itu..
Kita juga perlu tahu tempat-tempat yang tepat untuk mempresentasikan proposal rahmat tersebut dalam shalat kita kepada Allah SWT.
 
Walaupun kita bisa melakukannya dimana saja dimuka bumi ini. Bisa dirumah, di mushalah, di masjid, tetapi di depan Ka'bah inilah salah satu tempat terbaik dan paling ijabah di muka bumi ini untuk mempresentasikan proposal marketing langit di dalam shalat kita kepada Sang Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT.
 
Dengan kesungguhan kita untuk berusaha sebaik mungkin bisa mempresentasikan shalat terbaik kita.. Insya Allah.. Allah SWT lebih berkenan segera menurunkan para malaikatnya untuk membantu semua niat dan upaya baik yang kita sampaikan dalam presentasi proposal tersebut..
 
Mengapa demikian ?,
Karena kalau kekuatan langit sudah Allah turunkan untuk membantu kita, maka sudah tidak akan ada satupun kekuatan di muka bumi ini yang akan sanggup menghentikannya..
 
Itulah sebabnya mengapa.. kita mengucapkan :
" wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan muslimaw wa ma ana minal musyrikin

Aku tundukkan wajah dan hatiku padamu ya Allah wahai Tuhanku Sang pencipta langit dan bumi, dengan hati yang lurus dan pasrah. Sesungguhnya hambamu ini tiada berani menyamakan-Mu dengan yang lain".
 
Pencipta Langit dan Bumi.. Langit yang maha luas bahkan tanpa batas. Bumi yang tidak ada apa apanya jika dibandingkan luasnya langit. Ini adalah analogi yang berserakan di dalam Al Quran.. untuk mengingatkan kita..
 
Upaya kita sebagai penghuni bumi ini harus senantiasa dibarengi dengan permohonan agar Allah juga berkenan menurunkan pertolongan langit-Nya yang Maha Dahsyat untuk memudahkan semua urusan baik kita.
 
Shalat itulah adalah presentasi proposal SPIRITUAL BRANDING kita. Dalam upaya memohon dengan sebaik-baiknya perkenan Allah SWT untuk sudi mengampuni dosa-dosa dan khilaf kita serta berkenan menurunkan pertolonganNya bagi semua urusan kita.
 
Dan namanya juga mempresentasikan sebuah proposal, maka diterima dan tidaknya proposal kita sangat tergantung dari seberapa bersungguh-sungguhnya kita saat mempresentasikannya di hadapan Allah dan seluruh malaikatnya tersebut. Apakah presentasi kita cukup meyakinkan atau tidak untuk diproses..
 
Karena yang kita hadapi saat itu tahu betul.. kita ini sedang tulus atau tidak.. kita ini sedang bersungguh-sungguh atau tidak.. Tidak bisa kita mark up, semua terpampang jelas.
 
Kalau Allah sudah menahan semua rezeki dan rahmatNya bagi kita., siapa mahluk yang sanggup membukanya.. Sebaliknya.. Kalau Allah sudah turunkan pertolonganNya.. siapa juga yang sanggup menahan semua pertolongan itu...?
 
Semoga Allah Merahmati
Semoga Allah Meridhoi
 
(Anggie Wijaya, P.)