Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Main Menu

pentingnya profesi makelar

 

Kalau kita mendengar kata-kata makelar, biasanya asosiasi kita ke hal hal yang kurang baik. Diantara nya adalah seperti : nakal, curang, licik, atau bahkan sekedar tukang mencari-cari untung diatas jual beli yang dilakukan orang lain.

Kalau benar memang makelar identik hanya dengan hal tersebut, seharusnya Islam sudah mengharamkan pekerjaan makelar sejak awal. Sehingga seluruh apa-apa yang berbau makelar, agen, ataupun mediator harus dihapus dari jenis pekerjaan yang diperbolehkan bagi kaum muslimin untuk menekuni nya. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian.

 
Syariat masih membolehkan profesi makelar. Bahkan dalam beberapa kesempatan para ulama memfatwakan bolehnya makelar mendapatkan fee dari kedua sisi baik itu dari pihak penjual maupun pihak pembeli.
 
Mengapa nama profesi makelar menjadi sedemikian kurang mendapat respek di masa sekarang ini? Ya tidak lain dan tidak bukan adalah tercoreng oleh ulah oknum makelar itu sendiri. Prinsip prinsip kejujuran dan jiwa yang bertanggungjawab kurang dijunjung. Bahkan lebih dari itu seakan profesi makelar hanyalah profesi cari-cari kesempatan. Seperti di beberapa kesempatan transaksi jual-beli rumah misalnya dimana para makelar rame-rame datang menagih bagian ke penjual ketika rumah berhasil terjual.
 
Padahal para makelar ini tidak memiliki andil apapun. Ya mungkin yang saya sampaikan ini tidak semua, insyaAllah selalu ada saja makelar yang baik. Namun citra buruk sudah seakan begitu melekat karena ulah oknum. Biasanya makelar yang sudah ngaji dan atau yang sudah melembaga secara profesional insyaAllah lebih baik. Walaupun sebagian masih mencitrakan image mereka suka meng-up harga menjadi lebih mahal dari harga pasaran demi mendapatkan keuntungan lebih besar.
 
Sebenarnya dalam jual beli, terutama untuk produk-produk mahal, disitu amat dibutuhkan peran makelar di dalamnya. Karena makelar ibaratnya adalah sebagai hakim untuk menentukan dan menaksir harga sebuah produk. Maka Makelar dituntut untuk memiliki ilmu yang mumpuni di bidang permakelaran barang yang menjadi profesinya.
 
Bahkan dia harus tahu juga karakter penjual yang diwakilinya agar pembeli tidak salah asumsi. Peran ini begitu kelihatan mencolok pada transaksi jual-beli benda benda berharga seperti barang seni, perhiasan mahal, peninggalan sejarah, antik, dan sejenisnya. Biasanya Makelar sudah melembaga menjadi rumah rumah lelang.
 
Saking pentingnya rumah rumah lelang ini, sampai-sampai pembeli tidak akan berani membeli barang antik atau barang seni bernilai tinggi kecuali dari rumah lelang tersebut. Maka disitulah pentingnya ilmu dan pengetahuan bagi para makelar terhadap bidang jualbeli barang barang yang ditekuninya.
 
Lebih dari itu, makelar yang baik juga harus bisa menjadi mediator yang baik saat kedua pihak antara penjual dan pembeli terlibat permasalahan. Peranan ini sangat berguna dalam bidang makelar proyek. Karena makelar juga harus bisa memposisikan sebagai "mandor" saat vendor sebuah proyek menjalankan pekerjaannya. Sehingga secara berkala dapat memberikan laporan pekerjaan secara periodik kepada owner proyek.
 
Peran penting makelar yang lain yang juga prinsipil sekali adalah sebagai sumber informasi bagi pembeli mengenai track record si penjual. Atau kalau dalam bidang proyek maka makelar adalah sebagai sumber informasi untuk menceritakan track record dari si vendor proyek. Logikanya ya masak si vendor menceritakan sendiri prestasi prestasi kesuksesan nya dalam mengerjakan proyek proyek sebelumnya ke calon klien? Akan lebih berbobot jika orang lain tentunya yang menceritakan. Disitulah peran makelar.
 
Apapun itu, kesemuanya hanyalah peran di implementasi nya. Lebih dari itu, Secara konseptual dan secara ruhiyahnya, makelar sebagaimana profesi-profesi yang lain, dia juga harus punya keimanan yang kuat. Sehingga dengan keimanan yang kuat akan menjadikan nya takut kepada Allah. Sehingga dia di implementasi nya akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan adil. Sehingga dia akan mengatakan bahwa barang bagus ya bagus, sedangkan barang jelek ya jelek.
 
Karena urusannya bukan hanya mencari duit sebanyak banyaknya, tetapi adalah menggapai ridho-Nya belaka. Karena sekalipun dia berhasil menfixkan transaksi dan dapat fee, tapi klo ternyata barang yang diberikan ternyata jelek, diapun harus tanggung jawab. Klo tidak bisa mempertanggung jawabkannya, niscaya namanya menjadi jelek di dunia ini. Belum lagi di akherat nanti. Allahulmusta'an.