Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Main Menu

pertanyaan remeh ?

Jangan remehkan pertanyaan sekonyol apapun
Jangan remehkan pertanyaan sekonyol apapun karena seringkali ide-ide besar yang mengubah peradaban dunia ini berasal dari pertanyaan-pertanyaan/ ide-ide yang terdengar konyol.

 
Bukankah Allah saja melarang kita meremehkan orang lain? Bukankah Allah saja melarang kita untuk memotong pembicaraan orang lain? Bisa saja kita bosan atau gagal paham dengan pembicaraan yang dilakukan orang lain tapi Allah tetap melarang kita untuk memotong pembicaraannya.
 
Apalagi jika kita adalah seorang pengusaha yang membutuhkan ide-ide segar untuk melakukan terobosan-terobosan bisnis kreatif yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Tak perlu malu atau ragu ketika kita bertanya kepada anak kecil sekalipun. Karena anak kecil dimana fitrahnya masih polos seringkali dia akan memiliki ide yang bersih yang tidak terpikirkan oleh orang tuanya sekalipun.
 
Kalau kita masih mentertawakan pertanyaan yang terdengar konyol bisa jadi kita masih belum keluar dari pola pikir kebanyakan orang. Sehingga kita masih belum bisa menjadi pribadi yang spesial.
 
Di setiap kelas di tiap pertemuan pertama di awal semester, dosen mengatakan ke mahasiswa: “There is no stupid question..”.. Jadi nggak papa mau tanya seaneh apapun (meski keluar dari topik yang lagi dibahas, atau untuk maksud bercanda sekalipun..).. Walaupun mungkin ada sedikti resikonya, yakni diketawain seisi kelas.. hehe..
 
Tapi saya pikir, orang yang sering bertanya, meski se-absurd apapun bisa menandakan beberapa hal dalam diri seseorang.. Antara lain adalah rasa penasaran, rasa ingin tau, atau juga bisa ingin menguji dirinya sendiri, beranikah "vokal" di tempat yang banyak orangnya.. (Hal itu nggak mudah loh untuk orang muda.. Apalagi yang belum terbiasa..)..
 
Di dalam buku “How to Think Like Leonardo da Vinci”, dijelaskan gimana cara si Da Vinci berpikir..
 
Salah satu prinsipnya yang terkenal itu “Cryptic”, yakni bersedia menerima yang aneh2 alias ambiguitas, paradoks dan ketidak pastian.. Da Vinci menyatakan: sadarilah kalo kita tahu sesuatu, tapi “makna” atau interpretasi dari sesuatu itu bisa tak tentu..
 
Contoh: Semua orang tahu binatang yang namanya burung itu bisa terbang, tapi cuman Wrigth bersaudara yang memaknakan burung sebagai binatang pengendali udara yang bergerak, yang kemudian karakter “pengendalian” tersebut mereka terapkan pada pesawat pertama mereka..
 
(Note: Pada saat itu, kebanyakan eksperimen membuat pesawat lebih berfokus pada mesin ketimbang pengendalian..) Aplikasi sederhana dari “Cryptic” bisa berupa bertanya pada diri sendiri (atau orang lain) mengenai apa aja, termasuk hal2 yang bertentangan..
 
Ada juga yang namanya ”Socratic Method” dari Socrates, yakni bertanya tanpa harus tahu ada jawabannya atau nggak.. Tujuannya selain untuk menstilmulasi critical thinking, juga untuk mencari kemungkinan2 yang baru..
 
Bukankah banyak hal2 bijak ataupun dahsyat yang tercipta dari pertanyaan konyol ?? Misal: Kenapa manusia nggak terbang aja seperti burung ?? (Maka tercipta pesawat terbang..)

Waktu kuda sedang berlari, ada nggak sih momen dimana keempat kakinya melayang bersamaan ?? (Pertanyaan ini turut memicu kelahiran film / gambar bergerak..)..
 
Kenapa nggak bikin pembangkit listrik di permukaan bulan aja ?? (silahkan googling: Luna Ring Project Jepang).. Dan lain sebagainya..
 
Pertanyaan konyol memang seringkali terdengar aneh, absurd, kampungan, atau bahkan lucu.. Tapi ada baiknya kalo kita nggak meremehkannya begitu saja.. Bruce Lee pernah bilang: “Orang bijak bisa belajar banyak dari pertanyaan konyol, dibanding orang bodoh yang mampu belajar dari jawaban bijak..”
 
Makanya jangan pernah meremehkan pertanyaan atau ide yang sekonyol apapun.
 
(Disadur dari Kompasiana dengan penambahan beberapa paragraf)