keunggulan teknologi

Apakah teknologi itu selalu linear dimana semakin kesini semakin maju ? Menurutku tidak juga.
Seringnya teknologi naik turun. Teknologi di jamannya Nabi terdahulu bisa jadi lebih maju dibandingkan teknologi jaman sekarang. Sangat mungkin.


Seperti misalnya, sistem penguburan mummy di Mesir dari jaman Nabi Musa ternyata jauh lebih sip teknologinya dibandingkan dengan penguburan jaman sekarang.

Atau teknologinya bangsa Maya, suku Aztec, Inca, dan lainnya. Seringkali kita terperangah ketika membaca betapa teknologi mereka sangat maju. Mereka telah memiliki keunggulan teknologi.

Ndak usah jauh-jauhlah, bapak saya aja dahulu sangat paham bagaimana bertani yang menghasilkan panen yang besar-besar. Saya malah ndak ngerti. Eman sebenarnya, ilmu itu ndak saya warisi.

Di Al Qur'an sendiri disebutkan bahwa orang-orang masa lalu lebih kuat dari kita.

"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah." (QS : Mukmin 21)

Mungkin pembedanya hanya di teknologi semikonduktor yang merupakan bahan prosesor digital. Yang satu ini bisa jadi kita lebih memiliki keunggulan teknologi. Yang pada akhirnya kita unggul karena komputer, ponsel, internet, dan produk turunan sistem informasi. Tapi di bidang lain, belum tentu.

Pun kalau kita amati, sebenarnya keunggulan teknologi yang ada pada kita ini telah membuat kita lebih malas. Jujur, sebenarnya keunggulan teknologi dibuat untuk apa sih ? Untuk memudahkan manusia, iya kan. Semua serba enak, nyaman, cepat, efektif, dan efisien.

Ketika kita hendak menghubungi sanak saudara yang ada di jauh sana, kita tinggal telepon, atau whatsapp, atau facebook, atau komunikasi cara yang lain.
Ketika kita ingin bepergian jauh, kita tinggal naik pesawat, tak perlu naik kuda atau onta yang memerlukan waktu yang berbulan-bulan seperti jaman dahulu.
Semua sangat memudahkan.

Ketika kita ingin belajar Al Qur'an atau Hadits misalnya, kita tidak perlu menghafalnya atau mencarinya kemana-mana. Cukup ketikkan kata kuncinya pada software tertentu (atau pada kolom google), dan kita sudah bisa mendapatkan sekian referensi. Sangat mudah.


Tapi di balik segala kemudahan tersebut menjadikan kita lemah. Lemah karena tergantung dengan teknologi. Lemah karena akal kita biasa dibuai oleh segala kemudahan dan kenikmatan. Lemah karena tidak mampu lagi menghafal nama orang, tidak hafal banyak surat, tidak mampu makan makanan yang standar karena sudah kadung selalu dibuai dengan makanan dan minuman enak.

Dan akhirnya kita sebenarnya adalah sekumpulan orang lemah jika tanpa listrik, tanpa pasokan air, tanpa internet, dan tanpa alat-alat kemudahan lain di jaman sekarang.

Masih pantaskah kita untuk sombong dan merasa hebat ?