Sistem Development Life Cycle

Banyak keluhan yang sampai ke telinga penulis mengenai kegagalan dalam kegiatan develop sistem informasi atau software oleh sebuah lembaga atau perusahaan.

 

Yang dimaksud dengan kegagalan disini adalah dalam dua hal yaitu: keterlambatan yang sangat signifikan dan kegagalan sama sekali yaitu Software tidak dilanjutkan atau sama sekali tidak bisa dipakai.

 

Masuk dalam kategori ini adalah dimana vendor melarikan diri dalam tanda kutip. Karena tidur merasa sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan pekerjaan yang anda berikan.

 

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan kegagalan implementasi software atau sistem informasi pada sebuah lembaga atau perusahaan. Namun kali ini kita mencoba membahas dari satu sisi saja yaitu dari sisi desain. Untuk faktor lain insya Allah akan coba kita bahas di lain waktu. Semoga pembahasan yang sedikit ini nanti dapat memberikan sedikit tambahan wawasan kepada anda.

 

Ketika sebuah vendor software custom system informasi memberikan proposal penawaran pekerjaan sistem kepada anda, sebaiknya Anda benar-benar memeriksa proposal tersebut secara keseluruhan. Jangan hanya memeriksa di bagian budgeting saja. Karena memeriksa proposal secara keseluruhan sangat penting untuk melihat bagaimana proses pengerjaan sistem tersebut pada saat pelaksanaannya.

 

Yang perlu anda perhatikan dari proposal yang masuk tersebut adalah pada scheduling dan pada tahap tahap pekerjaan yang hendak dilakukannya. Proposal yang baik pasti memuat tahapan scheduling pekerjaan secara detil dan rinci Sesuai dengan standar manajemen proyek.

 

Apa yang saya maksud dengan standar manajemen proyek di sini? Yang saya maksud adalah proposal yang mengacu mengacu pada SDLC tentunya. Apa itu SDLC? SDLC adalah kepanjangan dari Software Sevelopment Life Cycle. Di mana secara bebas dapat kita definisikan sebagai sebuah konsep tahapan dalam merancang sebuah sistem informasi.

 

Tanpa SDLC yang baik, project berpotensi untuk tidak selesai. Karena akan sangat banyak hal yang tidak diperhitungkan oleh vendor dalam melakukan kegiatan development sistem.

 

Maknanya adalah vendor langsung saja eksekusi tanpa melakukan kegiatan perancangan sistem atau desain di awal pengerjaan project-nya. Karena dalam merancang sebuah sistem vendor akan selalu dihadapkan pada keadaan jika begini maka akan begitu dan jika begitu maka akan begini dan seterusnya. Sehingga banyak sekali variabel yang harus diperhitungkan sebelum melakukan kegiatan development.

 

Jadi tidak bisa langsung dieksekusi tanpa adanya desain di awal eksekusi pekerjaan. Karena desain merupakan gambaran menyeluruh dari pekerjaan pengembangan sistem nantinya. Jadi tipsnya adalah perhatikan benar-benar proposal yang diajukan oleh vendor tersebut. Sudah benar apa tidak gambaran desain yang diajukan. Sudah sesuai dengan yang anda maksudkan apa belum.

 

Tentu saja yang saya maksud proposal disini adalah proposal yang sudah fix. Jadi bukan proposal penawaran awal saja. Artinya proposal yang sudah berdasarkan dari survei kebutuhan anda. Proposal ini muncul pada saat sesudah anda melakukan kegiatan pertemuan dengan vendor tersebut. Pertemuan yang saya maksud adalah pertemuan dimana vendor akan menggali kebutuhan anda. Ini yang perlu ada garis bawahi.

 

Sebuah pekerjaan develop software sistem informasi tanpa memperhitungkan design yang berbasis pada SDLC ibaratnya seperti seorang arsitektur yang mengerjakan proyek tanpa memberikan gambar rancangan kepada anda. Jadi arsitek tersebut langsung mengeksekusi pekerjaan Anda di lapangan. Di sini anda bisa membayangkan betapa akan kacaunya pekerjaan nya nanti.

 

Hanya saja pekerjaan software kan berhubungan dengan pekerjaan yang tidak tampak sehingga anda tidak bisa melihat dan mengontrol nya langsung. Padahal secara struktur pekerjaan hampir mirip. Kegiatan bongkar pasang bangunan tentu akan banyak dilakukan oleh arsitek tersebut jika tidak menggunakan gambar rancangan desain sebelum mengeksekusi pekerjaannya.

 

 

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa setidaknya SDLC memiliki beberapa tahapan sebagaimana berikut:

 

 

Pertama : Tahapan collecting data

 

Yaitu tahapan vendor menggali data kegiatan Proses bisnis pada perusahaan anda. Termasuk di sini adalah kegiatan survei dan wawancara kepada anda. Dan jangan lupa berikan kesempatan vendor untuk melihat langsung kegiatan transaksi Proses bisnis di perusahaan anda yang mana anda menginginkan kegiatan itu di cover oleh software. 

 

 

Kedua : Tahapan melakukan kegiatan proses desain 

 

Rancangan Proses bisnis dari hasil survei dan collecting data pada Tahapan pertama sebelumnya. Di tahapan ini akan ada proses presentasi vendor ke anda untuk mendapatkan feedback dari Anda sampai dengan desain bener-bener siap untuk dieksekusi.

 

 

Ketiga : Tahapan pengembangan

 

Sesudah desain benar-benar fix barulah dapat dieksekusi dengan melakukan kegiatan pengembangan. Yang saya maksud adalah proses coding.

 

 

Keempat : Testing

 

Sesudah pengembangan (coding) selesai maka ada testing. Dengan testing akan diketahui bug dan error dari software yang telah dikembangkan untuk kemudian harus disempurnakan oleh vendor tersebut. Karena percuma software telah selesai kalau tetap ada error karena tetap tidak bisa digunakan.

 

 

Kelima : Implementasi

 

Tahapan ini juga merupakan tahapan yang vital karena menyangkut bagaimana sebuah sistem dapat digunakan oleh manusia. Dukungan dari manajemen akan sangat dibutuhkan dalam tahapan ini. Karena banyak sistem yang akhirnya tidak bisa diimplementasikan karena terjadi resistensi atau penolakan dari manusia yang menggunakannya.

 

 

Keenam : Dokumentasi

 

Sesudah seluruh tahapan terpenuhi harus ada dokumentasinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan dari pihak-pihak yang berkepentingan jika pada suatu saat nanti ada masalah maka tinggal membuka dokumentasi tersebut.
 
 
Tahapan-tahapan sebagaimana yang saya tuliskan secara umum diatas itulah yang harus ada pada proposal fix. Tentu saja tahapan-tahapan tersebut adalah yang sudah di modif sesuai dengan kebutuhan anda.

 

Dan jangan lupa harus ada time schedule yang jelas sesuai dengan tahapan di atas. Termasuk juga anda tanyakan berapa SDM yang terlibat nantinya dan bagaimana proses asistensi nya. Yakni Berapa kali dalam sebulan vendor akan menghadap anda dan bagaimana mekanisme controlling dari Anda terhadap progres kerjaan vendor.

 

Tentu saja di sini Anda dapat memberikan masukan sesuai dengan yang anda kehendaki.

 

Demikianlah gambaran umum salah satu tips dari sisi desain agar lebih besar peluang sistem anda tidak akan gagal.