Menghadapi Orang Rese

Biasanya di medsos selalu ada saja orang yang rese. Seringkali orang yang rese membuat kita down. Ucapan-ucapan komen mereka yang tidak mengenakkan seringkali bikin kita marah. Namun kita harus siap untuk segala kemungkinan tersebut. Itu merupakan ujian bagi kita dari Allah.
Kita tidak bisa mengontrol dia. Menasehati juga kemungkinan besar tidak akan digubris sama dia. Apalagi kita tidak kenal. Paling-paling juga mental dan malah bikin kita tambah sakit. Susah… Karena pada dasarnya orang seperti itu adalah orang yang sakit kejiwaannya. Jangan dilayani.


Yang bisa kita lakukan adalah dengan membenahi diri kita. Yang terbaik adalah mengontrol diri kita bagaimana tetap cool dan sabar. Bagaimana caranya membuat diri kita kuat mental dan tidak gampang down. Karena yang bisa kita kontrol adalah hanya itu. Memang ini adalah pekerjaan susah, tapi tetap bisa kok kita pelajari.  

Saya pernah berpengalaman dengan seorang dokter bedah. Beliau banyak bercerita tentang masa lalunya ketika masih kuliah sampai dengan sekarang menjadi seorang dokter bedah. Namanya kuliah di kedokteran, tentu pressure sangat ketat. Tidak jarang intimidasi dan tekanan mental yang berat beliau dapatkan. Seperti misalnya dipanggil anjing.

Dipisuhi keluarga pasien sudah bolak-balik ndak terhitung. Diculik dan dihajar rame-rame juga pernah beliaunya. Namun seiring waktu, beliau bisa belajar untuk cuek. Untuk tidak gampang mutung. Ini bisa kita jadikan pemicu semangat bagi kita untuk berbuat yang serupa meskipun ujian yang kita hadapi mungkin masih jauh dari beliaunya.

Di antara tipsnya untuk kuat mental adalah sebagai berikut :

  1. Fokus ke diri sendiri meniatkan lillahi ta’ala.
    Tanamkan dalam hati benar-benar bahwa kita di dunia ini semata-mata adalah karena untuk beribadah kepada Allah. Kita berjualan, kita berbisnis, kita bersosialisasi, tujuannya semata-mata adalah untuk mengharap ridho Allah. Oleh karena itu pastikan niat kita selalu dalam kondisi benar. Memang tidak mudah. Tapi dengan latihan yang terus-menerus insyaAllah akan terbiasa.

  2. Orang yang rese adalah orang yang labil jati dirinya.
    Tanamkan itu dalam diri kita. Mereka adalah orang yang sakit jiwanya. Sehingga kita tidak pantas untuk melayani mereka. Mana ada orang sehat akalnya melayani orang sakit jiwanya ? Dan ingat, ketika kita tersakiti, suatu saat nanti bisa saja Allah kasih balasan buat dia. Ketika kita sabar, kita dapat pahala juga, insyaAllah. Jadi ndak rugi diri kita.

  3. Jangan terpancing.
    Anggap itu adalah pancingan. Selalu komen dengan senyuman dan bicara baik-baik dengan dia.

  4. Ambil yang baik. Jika yang dia sampaikan itu ternyata ada baiknya, maka terima dengan lapang dada. Sukur kita bisa mengucapkan terimakasih. Adapun jika cara dia menyampaikan terdapat kemasan buruknya, seperti misal : disertai marah dan pisuhan misalnya, maka abaikan itu.

    Anggap kita ini sedang makan buah durian. Pisuhan dan celaan, anggap itu adalah kulit durian. Kita ambil dan fokus buat mengambil manis dan pulen yang ada di dalamnya, sembari hiraukan kulit berdurinya yang begitu tajam. Sekali waktu mungkin kita tertusuk duri, tapi karena fokus kita mengambil daging buahnya yang ranum dan wangi di dalam, maka kita tidak menghiraukan tusukannya.

    Buah Durian, begitu digemari meskipun kulitnya berduri

  5. Jika sudah tidak kuat, ndak usah diurusi
    Tidak usah dikomentari. Kita berdiam sebentar dan tinggalkan saja. Sukur kemudian ambil air wudhu dan sholat 2 rokaat. Sholat taubat kepada Allah. Karena bisa saja ujian ini disebabkan oleh maksiat kita kepada Allah di masa yang lalu. Maka bertaubat adalah solusinya.

  6. Doakan dia. Doa adalah senjata umat Islam paling tinggi. Ketika anda didzolimi atau direse'i orang, coba doakan dia. Siapa tau berubah. Doa yang baik tentunya.

Tips ini disarikan dari artikel berjudul : "Mengatasi Teman Yang Rese" di link berikut