Personal branding dan kebiasaan

PERSONAL BRANDING DAN KEBIASAAN
Pernahkah anda mendengar istilah personal branding ? " Personal branding adalah bagaimana diri anda dipersepsikan oleh orang lain." (Patria A. Wijaya, Brand enthusiast ).

 
Apa manfaat personal branding ? Banyak. Yang paling penting biasanya adalah tentu saja dalam hal nafkah/ penghasilan. Jika anda dipersepsikan sebagai seorang guru Fisika misalnya, maka anak-anak yang tidak paham fisika akan direkomendasikan orangtuanya untuk belajar kepada anda. Demikian juga jika anda dipersepsikan sebagai seorang mekanik mobil misalnya, maka setiap kali orang bermasalah mobilnya akan menghubungi anda. Dan keahlian yang lain juga seperti itu.
 
Yang lebih asik adalah ketika anda dipersepsikan sebagai seorang yang ahli. Ahli apapun itu. Entah itu ahli pemasaran, ahli desain, ahli komputer, dan lain sebagainya. Maka selain orang-orang akan mendekat ke anda ketika membutuhkan jasa tersebut, mereka juga siap memberi imbalan lebih besar tentunya.
 
Nah pertanyaannya : Bagaimana kita bisa membentuk personal branding diri kita sesuai dengan yang kita harapkan ? Salah satu jawabannya adalah : dengan membentuk kebiasaan kita sesuai dengan yang kita harapkan orang mempersepsikan kita.
 
Semisal seorang ahli fisika, maka biasakan terus diri anda untuk belajar dan mengajarkan fisika. Demikian juga jika anda ingin anda dianggap sebagai seorang ahli komputer, maka terus belajarlah ilmu komputer dan share ilmu anda ke orang lain sebanyak yang anda bisa.
 
Kadang personal branding terbentuk dengan sendirinya. Hal ini terjadi karena kita berperilaku sehari-hari (tanpa sadar) mengarah ke personal branding tertentu.
 
Jadi jika orang lain mempersepsikan anda sebagai seorang pemalas atau seorang yang menyebalkan misalnya, jangan salahkan orang lain. Bisa saja karena memang kebiasaan anda selama ini seperti itu.
Maka berubahlah hehe... Wallahua'lam
 
Yang terbaik adalah tentu saja berperilaku yang baik, yang sesuai dengan passionate kita (dalam hal nafkah), dan meniatkan itu semua dalam rangka mencapai ridho Allah semata. Setidaknya dengan niat yang lurus, meskipun taruhlah tidak mendapatkan balasan dunia, insyaAllah dapat ganjaran pahala.
 
(Ngobiss Network, ngobiss.com)
 
Lebih banyak inspirasi ? Join aja di grup whatsapp disini