Sistem Informasi Untuk Mengakomodir Kebutuhan Manajemen

Sebelum kita masuk ke pembahasan Bagaimana Sebuah software sistem informasi dapat menunjang kegiatan manajemen sebuah perusahaan ada baiknya untuk membahas Apa itu manajemen lebih dulu.

 

Perkembangan ilmu manajemen dimulai sejak tahun 1850-an tempat sebelum dimulainya revolusi industri di Eropa. Banyak teori yang berkembang yang menjelaskan Apa itu manajemen.

 

Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.

 

Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Manajemen belum memiliki definisi yang luas dan diterima secara universal. (Wikipedia)

 

Apapun itu para ahli mendefinisikan manajemen, saya lebih condong bahwa yang dimaksud dengan manajemen adalah segala sesuatu yang meliputi perencanaan, kontrol, dan evaluasi terhadap kinerja sebuah organisasi dalam rangka mencapai visi dan misinya.

 

Jadi manajemen Harus Memiliki peran perencanaan, kontrol, dan evaluasi. Oleh karena itu Sebuah software sistem informasi yang baik yang sering disebut dengan ERP, haruslah bisa mengcover ketika unsur manajemen di atas.

 

Yang dimaksud dengan perencanaan adalah bahwa manajemen harus bisa membuat rencana dalam tahapan periode waktunya. Bisa dihitung berdasarkan bulan maupun tahun. Manajemen yang baik harus bisa menetapkan target target yang logis sesuai dengan berbagai variabel yang mendasarinya. Dengan perencanaan yang baik diharapkan kerja organisasi menjadi lebih mudah dan terarah.

 

Untuk mampu membuat manajemen perencanaan yang baik harus memiliki data. Data bisa berarti laporan penjualan 1 tahun sebelumnya atau laporan biaya operasional 1 tahun sebelumnya ataupun juga laporan-laporan lain yang dibutuhkan sesuai dengan ciri khas dari perusahaan tersebut.

 

Sebuah ERP (Enterprise Resource Planning) yang merupakan nama baku yang biasa digunakan untuk mendefinisikan Sebuah software sistem informasi terintegrasi pada sebuah perusahaan, haruslah mampu menyajikan berbagai data yang dibutuhkan dalam rangka manajemen membuat perencanaan kegiatan organisasi bisnis kedepannya.

 

Kemudian yang dimaksud dengan kontrol adalah bahwa manajemen harus bisa mengendalikan Setiap proses bisnis yang ada di organisasi atau perusahaan tersebut. Jangan sampai terdapat kebocoran atau permainan yang dilakukan oleh pegawai atau pihak lain yang dapat menghambat manajemen dalam usaha mencapai tujuan yang telah direncanakan.

 

Jadi ERP harus bisa menjadi jembatan bagi manajemen untuk melakukan kegiatan kontrol terhadap elemen Proses bisnis di organisasi atau perusahaan tersebut.

 

 Lets Talk ! 

WA : 0895-3536-988-66
Feel free to ask anything with Ngobiss !

 

Ada contoh kasus dimana ERP hanya bisa mengubah proses bisnis dari manual menjadi otomatis. Dimana berbagai hal yang sifatnya pekerjaan controlling tidak dapat diakomodir oleh sistem. Tentu hal ini tidak baik karena tidak bisa mengakomodir peran dari manajemen yang tugasnya bisa mengontrol jalannya proses bisnis pada sebuah organisasi atau perusahaan tersebut.

 

Jangan sampai organisasi telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk mengembangkan ERP namun tujuan kontrol yang harus diemban oleh manajemen dengan software ERP ini tidak dapat tercover.

 

Untuk itu disini sekali lagi dibutuhkan desain sistem yang baik yang sesuai dengan rancangan berdasarkan standar yang telah ditentukan tanpa kecenderungan mendekat ke sistem Proses bisnis yang sudah ada saja. Tapi juga perlu desain yang lebih baik yang meminimalisir kebocoran karena lemahnya kontrol manajemen terhadap proses bisnis.

 

Kemudian peran ketiga dari manajemen adalah kegiatan evaluasi. Manajemen harus bisa mengevaluasi proses bisnis yang telah dijalani oleh organisasi. Jangan sampai manajemen tidak dapat melakukan kegiatan ini karena minimnya data dan laporan kegiatan yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan evaluasi.

 

ERP yang baik haruslah mampu menyediakan kebutuhan data dan laporan kepada manajemen secara lengkap dalam rangka manajemen untuk melakukan kegiatan evaluasi.

 

Dengan manajemen melakukan kegiatan evaluasi diharapkan kembali ke fungsi utama dari manajemen adalah perencanaan sehingga manajemen bisa membuat perencanaan yang lebih matang dan optimal.

 

Jadi kesimpulannya software sistem informasi ERP harus bisa mencover tiga peran utama dari manajemen yaitu perencanaan pengawasan atau controlling dan evaluasi.

 

Sudahkah sistem informasi manajemen di perusahaan anda mampu menyajikan semua data atau laporan yang dibutuhkan oleh manajemen untuk melakukan kegiatannya tersebut? Jika belum ada baiknya anda untuk menyewa konsultan untuk memeriksa atau mengaudit sistem informasi anda.