bracket TV merk ACC

Profil Pak Eko, Seorang Pengusaha Muslim di balik Kisah Suksesnya Penjualan Bracket TV Merk ACC di Pasaran Bracket Indonesia
 
Berbicara bracket, tidak akan lepas dari berbicara tentang TV. Dulunya ketika TV masih berbentuk tabung, tidak ada produk yang namanya bracket. Karena TV tabung pada masa lalu biasaya ditaruh di atas meja begitu saja, maka pada masa lalu yang laku di pasaran adalah meja TV, bukan bracket TV.
 

Meja TV tempo duluMeja TV tempo dulu (sumber : google)

Kisi-kisi Artikel :

 

Kemudian di tahun 2010 ditemukan desain TV yang lebih baik yakni yang berbentuk slim/ tipis. (Sumber : disini). Dengan desain yang seperti itu, TV tidak lagi membutuhkan ruangan yang luas. Jadi ruangan bisa dihemat sampai dengan tinggal 1/5 nya saja. Dengan konsep TV slim ini maka muncullah produk penunjangnya yaitu bracket. Jadi bracket adalah…

Bracket adalah alat untuk menempelkan TV di dinding sehingga membuat TV lebih nyaman dan enak dilihat. Selain itu juga menjadikan ruang tempat TV tidak memakan tempat yang luas. Sedangkan menurut brainly.com, Bracket adalah sebuah alat penyangga televisi plat, yang bisanya dipasang di dinding, pilar ,tiang, dan Dak (langit-langit). Dengan hanya menggunakan beberapa skrup baut yang di pasang. Kurang lebih sama pengertiannya.


Dengan menggunakan bracket di antara keuntungannya adalah :

  1. Yang paling utama adalah dengan menggunakan bracket, TV tidak memakan tempat yang luas. Kalau tidak menggunakan bracket maka TV seakan seperti “berserakan”.

  2. Lebih kuat menancap sehingga tidak gampang (secara tanpa sengaja) tersenggol sehingga jatuh. Karena desainnya yang slim, TV jika ditaruh di atas meja biasanya cenderung goyah. Apalagi kalau di rumah kita banyak anak-anak, sehingga kalau TV berada di bawah tanpa bracket, kita menjadi was-was jangan-jangan nanti akan kesenggol.

  3. Lebih manis secara desain. Jadi dengan TV yang menempel di dinding, menunjang konsep desain exclusive dan lux. Karena salah satu variabel desain exclusive adalah ruang yang lega dan comfort. (Lihat gambar dibawah).

  4. Sangat cocok untuk menjadi properti publik. Sebagaimana kita amati di sekeliling kita, bahwa TV sudah biasa ada di properti publik seperti bank, kantor-kantor, RS, dan lokasi antrian lain. Tujuannya adalah TV sebagai hiburan dan menekan penatnya orang lagi antri atau bosan dalam bekerja. Dengan evolusi TV menjadi slim (yang ditunjang dengan bracket) tentunya menjadikan budaya juga berubah. Sekarang TV yang berfungsi sebagai properti publik menjadi mudah dijumpai dimana-mana. Tidak lagi seperti jaman dulu ketika TV masih tabung.

TV Slim menempel di dinding TV Slim menempel di dinding (sumber : google)

 SISTEM PENJUALAN BRACKET TV 

Bracket TV dijual di toko-toko elektronik sebagai pendamping produk utama yaitu TV. Selain dijual secara offline di toko-toko elektronik, bracket TV juga dijual secara online di marketplace-marketplace seperti tokopedia, bukalapak, lazada, dan yang lainnya.
 
Rantai distribusinya berupa : pertama-tama bracket TV diproduksi oleh pabrik dimana pabrik-pabrik ini melayani supplier besar. Kemudian supplier besar ini melayani distributor atau bisa juga langsung ke toko-toko elektronik kecil atau pengecer. Perbedaan antara distributor dengan toko kecil adalah pada jumlah pengambilan.
 
Distributor mengambil secara partai besar ke supplier. Biasanya distributor ini merupakan toko tempat kulakan dari toko-toko kecil di sebuah kota/ kabupaten tertentu. Baru kemudian dari toko-toko kecil tersebut atau pengecer dijual langsung ke end user (customer akhir/ pemakai).

Alur Distribusi Penjualan Bracket TVAlur Distribusi Penjualan Bracket TV

Sementara untuk yang dijual online biasanya di-handle oleh pengecer. Penjual online hampir tidak ada yang bisa menerima pesanan dalam jumlah besar karena terkendala oleh stok. Penjual online biasanya juga terkendala oleh modal jika ingin bermain dalam jumlah besar. Jadi jika anda merupakan customer/ end user, memang sebaiknya membeli online atau ke toko-toko elektronik.

Bracket TV yang dijual online memang biasanya lebih murah daripada bracket TV yang dijual di toko-toko. Akan tetapi jika anda membeli secara online tentu saja ada biaya ongkir yang harus anda tanggung. Sehingga jatuhnya hampir sama harganya dengan anda membeli di toko.

Jadi untuk tipsnya, jika anda ingin membeli bracket TV dapat harga murah, anda bisa beli online dan cari range pengiriman di dekat wilayah anda. Anda bisa ngajak COD, atau kalaupun toh harus dikirim, ongkir ke rumah anda tidak terlalu besar karena pengiriman satu kota saja.

 

 
 UKURAN BRACKET 

Ukuran bracket TV itu macam-macam. Tapi biasanya terdapat 3 range, yaitu :

  1. Ukuran bawah, yakni range untuk ukuran TV 32 inch ke bawah. DI pasaran biasanya harganya antara 50 ribu s/d 60 ribu
  2. Ukuran menengah, yakni range untuk ukuran TV sampai dengan 43 inch. Di pasaran biasanya harganya antara 100 ribu
  3. Ukuran besar, yakni range ukuran TV sampai dengan 60 inch. Di pasaran biasanya harganya antara 150 ribu rupiah.

Kemudian jenis-jenis bracket juga macam-macam. Selain bracket TV standar, juga ada bracket TV swivel. Bracket jenis ini bisa digeser-geser sehingga TV bisa diubah arahnya sesuai kebutuhan. Tapi tentu jenis bracket TV yang ini lebih mahal harganya.
 

Macam-macam Bracket TVMacam-macam Bracket TV (sumber : jualo)


 PEMAIN BRACKET 

Sebenarnya pemain/ penjual bracket di Indonesia itu sangat banyak. Mereka berlomba-lomba menciptakan berbagai merek dan model yang beriringan dengan produsen elektronik (TV khususnya) dalam menciptakan desain baru. Karena pada dasarnya bracket TV adalah produk pendamping sehingga penjualannya sangat tergantung dengan produksi TV. Selain produksi dalam negeri, juga banyak bracket yang diimpor terutama dari China.
 
Biasanya produk impor dari China murah-murah. Namun demikian bracket dalam negeri masih bisa bersaing dalam hal harga dengan produk impor tersebut.
Salah satu merk bracket TV yang nge-trend saat ini adalah bracket TV merk ACC. Yang insyaAllah akan kita bahas kali ini.


 BRACKET TV MERK ACC, DIBALIK KEJAYAAN MERK INI 

Kali ini kita akan membicarakan salah satu pengusaha produsen bracket di Indonesia. Beliau adalah Pak Eko Yulianto. Anda dapat melihat profile beliau di facebooknya disini. Orang ini luar biasa. Saat saya berkesempatan ngopi bareng dengan beliau ini, beliau mengaku sebelum menjadi pengusaha penjual bracket, sudah pernah 6 kali pindah kerja. Artinya lumayan juga saat bekerja jadi kutu loncat.
 
Pak Eko sedang siaran di mobilnya, Siap Pak Eko gak rewel blasss... Pak Eko sedang siaran di mobilnya, Siap Pak Eko gak rewel blasss... Namun yang paling nyaman bagi beliau adalah justru saat sudah keluar dari pekerjaan dan berbisnis seperti yang dijalani saat ini. Seperti ada kepuasan tersendiri. Ya meskipun sangat tidak enak ketika memulainya. Namanya juga bisnis. Dan pak Eko merasakan betul hal itu jika mengenang 3 tahun yang lalu saat memulai usaha.
  
Pengalaman pak Eko ini sekaligus sebagai catatan bagi kita semua bahwa berbisnis itu tidak mudah, tapi ketika sudah menemukan ritme dan jalannya, insyaAllah enak dan merasakan kepuasan luar biasa yang tidak dirasakan saat bekerja biasa.
 
Sejarah dimulai ketika beliau masih bekerja di sebuah Perusahaan salah satu kawan. Perusahaan ini waktu itu merencanakan untuk ekspansi penjualan penunjang elektronik di Indonesia secara besar. Diantara bentuk usahanya menuju kesana adalah dengan mencoba mendirikan pabrik.
 
Selain tentu saja alternatif pilihan lain berupa import barang dari China juga telah dijajaki. Bahkan owner-nya pada waktu itu sudah jalan-jalan ke China dan sudah hampir deal untuk import.  
 
Namun karena salah perhitungan, akhirnya perusahaan ini gagal beroperasi dan menyatakan diri bangkrut. Nah, Pak Eko sebagai pegawai disini tentu menjadi salah satu “korban” yang terpaksa harus angkat kaki.
Apakah tidak bingung setelah terpaksa harus PHK tersebut ? Ya tentu saja bingung. Bahkan lebih dari itu, rasa kawatir dan sebagainya juga menyelimuti.
 
Bagaimana tidak bingung wong sudah bertahun-tahun bekerja kemudian tiba-tiba mendapatkan PHK tanpa diperkirakan sebelumnya. Tapi ya gimana lagi. Mau menyalahkan perusahaan tempat bekerja ? Ya tidak mungkin. Wong sudah sama-sama tahu kalau Perusahaan juga kolaps.  
 
Sebagai catatan : Perlu diketahui bahwa Pak Eko adalah tipikal orang yang sangat berbakti kepada orangtua terutama ibunda tercinta. Karena hal tersebut, biasanya setiap kejadian penting Pak Eko selalu berupaya untuk berbagi informasi dengan ibunda dan keluarga lain tercinta. Hal ini menunjukkan kedekatan seorang anak dengan ibu dan bapak. Setiap kejadian penting selalu ada komunikasi dengan orang tua.
 
Namun dalam hal kejadian ini beliau tidak menginformasikan kepada orangtua. Mengapa ? Ya kawatir kalau-kalau orangtua jadi cemas dengan “nasib” anak mereka. Ya bagaimana tidak, tiba-tiba mendapatkan PHK kan tentu saja orangtua menjadi kawatir.
 
Dari sini bisa disimpulkan bahwa hal ini merupakan kejadian besar bagi beliau. Namun positifnya, hal ini menjadi pelecut beliau untuk bangkit dengan berbisnis sendiri. Dan menumbuhkan komitmen besar pada diri beliau agar pada saatnya nanti lebih jaya kembali. Tidak malah dongkrok berputus asa.

 

Jadikan orangtua sebagai pelecut semangatmu untuk berbisnis. Karena surga ada di bawa kedua telapak kaki ibu (ngobiss.com), disarikan dari sebuah Hadits yang dhaif tapi benar secara makna)

 
 
Nah sejak saat itu, sejarah dunia perbisnisan beliaupun dimulai. Mau tidak mau karena susah mencari kerja, Pak Eko harus memutar otak untuk berjualan.
 
Finansial yang dimiliki saat itu tentunya tidak banyak. Sehingga buat modal tentu saja tidak ada. Yang ada adalah sebatas pengetahuan bagaimana berjualan bracket dan bagaimana proses distribusinya. Itu saja. Nah berangkat dari itu, tidak punya pilihan lain, maka Pak Eko memberanikan diri untuk memulai bisnis di bidang ini.

 

Untuk berbisnis itu tidak perlu banyak pilihan. Cukup satu saja dan tekuni itu. InsyaAllah dengan ketekunan pada saatnya akan mendatangkan keberhasilan juga. Karena istiqomah adalah senjata rahasia para pebisnis sukses. (ngobiss.com)

 

  
 KISAH MENCARI MODAL 

Pak Eko adalah seorang yang gemar ke masjid. Bahkan di wilayah domisilinya, beliau adalah bendahara Masjid. Nama masjidnya adalah Nidaul Fithrah. Berada di wilayah desa Rangkah Kidul Sidoarjo. Cek aja mapsnya disini. 
 
Posisi bendahara itu jelas tidak main-main karena berurusan dengan uang. Tanpa bendahara yang memiliki kejujuran dan amanah, Masjid tidak bisa berjalan dengan baik. Dan pak Eko dipercaya untuk mendapatkan amanah ini. Ini membuktikan bahwa beliau adalah orang yang bisa dipercaya.
Namun tekanannya juga besar. Apalagi bendahara masjid tidak dibayar. Jadi harus ekstra hati-hati.

Satu-satunya pengontrol utama adalah iman. Dengan Pak Eko memangku jabatan ini, tentu harus kuat iman. Apalagi pas tidak memiliki pekerjaan dan pegang duit umat, lebih dalam lagi cobaannya.
Sisi baiknya, dari keaktifan beliau di masjid ini, beliau jadi kenal banyak orang yang sama-sama aktif ke masjid. Jadi beliau ada sasaran orang yang kira-kira bisa diajak kerjasama.
 

Masjid Nidaul Fithrah SidoarjoMasjid Nidaul Fithrah Sidoarjo, tempat Pak Eko berbakti pada Agama (gambar lawas 2012, sekarang sudah jauh berkembang)
 
Alkisah di masjid Nidaul Fitrah terdapat salah satu jamaah yang merupakan pengusaha sukses. Beliau telah memiliki perusahaan yang menguasai pasar Nasional. Pak Eko mencoba mendekati beliau pengusaha sukses ini. Mendekatinya dan bicara baik-baik. Menceritakan keadaan dan permasalahan yang terjadi pada dirinya. Harapannya tentu saja bisa bersinergi memodali pak Eko untuk bekerjasama jualan bracket TV ini.
 
Tapi qadararullah belum berhasil. Karena sepertinya bapak pengusaha punya orientasi lain untuk menginvestasikan uangnya.

Pilihan pertama gagal, Akhirnya pak Eko alihkan ke jamaah lain yang kira-kira bisa diajak kongsi. Suatu ketika pak Eko mendekati beliau dan merunding.
“Panjenengan ada sedikit duit pak? Saya ada rencana bisnis ini… Keadaan saya saat ini seperti ini..” Begitu pak Eko terus terang bercerita jujur apa adanya
Pilihan kedua ini akhirnya berhasil. Jamaah tersebut mau diajak kongsi dengan sistem bagi hasil sesuai syariat Islam. Beliau adalah seorang duda yang sudah sepuh yang rajin ke masjid, yang tinggal di sekitar masjid Nidaul Fitrah (klik dan follow facebook page-nya untuk mengikuti kegiatan dan kajian yang diadakan di masjid ini).

Pak Eko mendapatkan dana 30 juta sebagai modal awal berbisnis bracket TV.
Dana sebesar itu kemudian beliau investasikan dengan memesan bracket TV ke pabrik untuk beliau jual lagi, lempar ke pengecer/ toko. Tentu hal ini akan menjadi sebuah gambling bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman. Jadi sebaiknya jangan coba-coba ditiru jika belum memiliki pengalaman di bidang ini sebelumnya.  
 

Aktif menjadi pengurus di masjid seringkali mendatangkan pembuka rejeki, diantaranya seperti : kenal dengan orang sholeh yang memiliki duit sehingga bisa diajak kerjasama bisnis. (ngobiss.com)


 

 STRATEGI MENJUAL 


Dana 30 juta beliau gunakan untuk membeli produk awal dari pabrik. Dan dapatlah bracket TV sebanyak sekitar 1000 biji. Dari sini dimulailah petualangan menjual bracket ke toko-toko atau pengecer. Jelas sudah tidak bisa mundur lagi, karena dana investasi sudah berubah menjadi barang.
 
Yang pertama-tama beliau lakukan adalah mencari data toko yang bisa di-suplay. Karena sebelumnya pak Eko saat bekerja bidangnya adalah sebagai sales, beliau punya datanya. Data toko ini beliau buka kembali dan prospek kembali. Sebagian besar yang sudah lepas dikarenakan sudah tidak terurus oleh perusahaan tempat beliau bekerja dulu karena bangkrut.
 
Maka yang seperti ini diprospek kembali. Pak Eko kembali menjadi sales, mendatangi mereka satu persatu. Namun kali ini bukan barang orang yang dijual, tetapi barang beliau sendiri yang dijual. Tidak lagi bertanggungjawab terhadap atasan, namun bertanggungjawab memutar uang investor agar menghasilkan.
Karena jika tak ada hasil sudah pasti akan menurun jauh kepercayaan yang didapatkan. Selain itu resiko tidak mendapatkan penghasilan untuk anak istri pastinya.  
 
Pak Eko jujur apa adanya mengatakan yang terjadi dengan Perusahaannya. Dan Pak Eko siap men-suplay kembali toko tersebut secara personal.
Sebagian ada yang menolak, sebagian ada yang menerima. Tidak masalah. Yang penting jalan terus. Tentu tidak bisa mundur lagi. Harus terus bergerak jika ingin sukses.
 
Namanya sales, apalagi membawa nama kurang baik dari perusahaan sebelumnya tempat beliau bekerja, maka tantangan itu sudah pasti selalu ada. Berbagai pengalaman jenis perlakuan dari para pemilik toko tentu banyak sekali dan sudah pasti tidak semua mengenakkan.
 
Pernah suatu ketika, begitu datang kemudian yang dilihat adalah toko yang sangat besar, tiba-tiba nyali jadi ciut. Pernah seperti itu. Solusinya ya sudah labrak aja. Maksudnya masuk aja (bukan labrak beneran). Temui bosnya. Jangan anak buahnya. Persiapkan diri dengan pakaian yang rapi dan baik, dan juga mental psikologis yang kuat. Karena bagaimanapun ini adalah menawarkan kerjasama yang selevel ibaratnya. Jangan merasa rendah. Nanti akan diremehkan. Bekali dengan ilmu persuasi yang baik.
 
Ada pula pengalaman ketika baru masuk langsung dibentak :”Ini produk apaan jelek begini ?”
Ya sudah tenang saja. Itu mereka bilang begitu kan tujuannya hanya untuk men-down-kan mental kita. Santai aja. Itu sudah biasa. Langsung aja buka produknya, terangkan dengan sejujurnya, produk ini begini bisa begitu begono dan seterusnya. Kualitas tidak kalah dengan yang lain, karena pabriknya sama (misalnya begitu). Yang penting jujur dan apa adanya. Niat baik mengajak kerjasama. Bukankah kalau produk ini laku keras, nanti pihak toko juga akan mendapatkan untung juga. Pede aja, kita setara kok.
 
Pada saat itu beliau menghandle 600 an data toko elektronik di Jawa dan Bali. Beliau hubungi kembali sebanyak itu. Dan alhamdulillah setelah proses lama, ada sekitar 150 an toko yang mau kembali di-suplay oleh beliau.
Dari ketika awal berbisnis penjualan sebulan sekitar 1000 picis, maka terakhir info bulan kemarin (setelah kurang lebih 3 tahun beliau berbisnis), terjual sebulan setidaknya 10 ribu picis. Alhamdulillah. Ini rizki dari Allah.
 

Bracket merk ACC yang digawangi oleh Pak Eko ini sudah berjalan 3 tahun saat tulisan ini di launching. Berbagai peluang dan hambatan sudah dilalui. Saat ini keadaan bisnis sudah stabil. Bahkan ketika bisnis yang lain pada kolaps atau ada yang sampai harus gulung tikar dikarenakan Corona, bisnis Pak Eko ini tetap berjalan pada relnya.

 
Kalau pekan lalu saya bercerita tentang sebuah bisnis yang naik drastis justru ketika bisnis ini didirikan saat Corona (lihat kisahnya disini), maka saat ini saya bercerita bisnis Pak Eko ini sebagai bisnis yang pondasinya kuat sehingga tidak terpengaruh pandemi.
 
Musim lalu (bulan April 2020) omsetnya ada di kisaran 8 ribu picis/ bulan. Bulan ini naik menjadi 10 ribu picis per bulan. Jadi pada dasarnya secara pondasi bisnis ini cukup kuat dan tidak terpengaruh oleh adanya pandemi.
 

Data Penjualan Bracket TV Merk ACCData Penjualan Bracket TV Merk ACC


Namun beliau juga mengingatkan bahwa bisnis ini ada kalanya turun pada bulan-bulan tertentu, biasanya di bulan Juli atau Januari. Karena pada masa-masa itu orang pada mengalokasikan dananya untuk kegiatan sekolah anaknya. Namun penurunan ini stabil dan bisa diprediksi biasanya. Selama kita punya data, insyaAllah lebih mudah dalam memprediksi.
Sekarang sesudah 3 tahun berjalan omset sudah naik 10 kali lipat.


 KISAH UNIK DENGAN PEMODAL 

Bagaimana sebuah kejujuran dan kerja keras merupakan salah satu kunci utama membangun relasi yang baik dengan investor benar-benar bisa kita dapatkan ilmu tersebut secara praktek implementatif dari pak Eko ini.
 
Awalnya beliau mendapatkan modal dari investor sebesar 30 juta. Singkat cerita karena komitmennya, dengan memutar dana tersebut, akhirnya pak Eko berhasil mendatangkan keuntungan yang signifikan.
 
Pihak investor hanya cukup berdiam di rumah tanpa melakukan apa-apa, pastinya mendapatkan kiriman dana bagi hasil bulanan. Walaupun tidak besar banget, uang yang datang secara pasif tersebut tentu menggiurkan bagi investor. Hal inilah yang kemudian membuat investor akhirnya menambah investasinya menjadi 50 juta.
 
Jadi sifat amanah dan kejujuran adalah faktor paling signifikan dalam kerjasama dengan investor. Kemudian hal itu terbukti dengan pembukuan yang baik dan data yang real.
 
Pernah juga pengalaman dimana investor menarik diri dari kerjasama. Jadi jangan pula bayangkan kerjasama akan selalu mulus-mulus saja meskipun sudah komitmen.
 
Mengapa investor menarik diri padahal sudah baik bagi hasil kerjasamanya ? Ya namanya manusia selalu memiliki permasalahannya sendiri. Masalah tidak mesti datang dari kerjasamanya. Masalah yang berangkat dari internal investor juga bisa terjadi. Kerjasamanya baik-baik saja, tetapi ada perkara lain yang memaksa investor untuk menarik diri dari kerjasama. Dan inilah yang dialami pak Eko waktu itu.  Pengusaha harus selalu siap.
 
Namun sekali lagi, kejadian seperti ini bukanlah sebuah masalah bagi bisnis yang benar-benar komitmen pada kejujuran dan akuntabilitas. Dan di bisnis bracket TV Pak Eko ini sudah punya hal tersebut. Investor menarik diri, mudah saja menggaet investor baru sebagai pengganti. Bahkan investor lama siap merekomendasikan ke investor baru. Ini sangat memudahkan.
 
Pembukuan yang rapi dan enak dibaca, Cashflow dan pendapatan bulanan terekap dengan jelas. Dan pemilik bisnis yang tidak tedeng aling-aling, tidak ada informasi yang di keep, kesemua faktor-faktor tersebut sangat membantu dalam menggaet investor baru. Sehingga investor juga seneng bekerjasama dengannya.  
 
Dan ketika investor pertama memutuskan untuk mengakhiri kerjasama, mudah sekali mendapatkan investor pengganti. Meskipun bukan bisnis yang menjanjikan untung besar, tetapi akuntabilitas, kejujuran, dan komitmen sudah cukup untuk menyakinkan investor. Tak perlu muluk-muluk. Karena biasanya yang muluk-muluk rawan adanya kebohongan yang disembunyikan.
 

Keunggulan Bisnis Pak Eko Penjualan Bracket TV Merk ACCKeunggulan Bisnis Pak Eko Penjualan Bracket TV Merk ACC

 ILMU : SO WHAT ? 

Ketika saya wawancarai, pak Eko blak-blakan membuka rahasia beliau untuk bertumbuh sukses. Nyantai saja beliau menunjukkan ilmunya bagaimana bisa bertumbuh seperti sekarang ini.

“Tidak takut ditiru pak Eko kalau panjenengan blak-blakan seperti itu?” Tanya saja. Beliau hanya tertawa.

“Ndak. Kalaupun ada yang berniat meniru silahkan saja kalau bisa. Ndakpapa. Artinya itu udah rejeki dia kalau bisa. Tapi saya lihat tidak ada yang berani. Saya buka blak-blakan saja masih saja ndak ada yang mau maju itu.” Sahut pak Eko

Setelah kita lanjut diskusi, ya memang tidak perlu ada yang ditakutkan ketika kita membuka “rahasia” kita (Sebenarnya bukan rahasia juga sih, karena banyak orang juga tahu dan bisa sebenarnya). Tapi yang mau itu sedikit. Kemudian yang siap bekerja keras untuk mewujudkan ilmu yang di-share itu juga ndak banyak. Jadi sudah orangnya yang mau meniru itu sedikit, ditambah lagi yang meniru kemudian memiliki kesamaan etos kerjanya lebih sedikit lagi. Lebih susah lagi cari yang mau niru. 
 

Barrier of Entry Bisnis Pak Eko Penjualan Bracket TV Merk ACCBarrier of Entry Bisnis Pak Eko Penjualan Bracket TV Merk ACC

Kebanyakan dari kita mikirnya jalan pintas. Pingin cepet kaya atau pingin menghasilkan uang cepat banyak, itu kesalahan besar. Inilah akhirnya yang biasanya melatarbelakangi seseorang untuk menjadi koruptor. Ini seperti kutub yang terpencil (disatu sisi).

Sementara di sisi kutub yang lainnya lagi, orang kita cenderung suka kenyamanan, monoton ndak masalah yang penting dapat duit rutin bulanan. Itu yang akhirnya mendorong banyak orang lebih suka sebagai pegawai daripada berbisnis.
Jadi bagusnya sih ditengah-tengah antara kedua kutub tersebut.

Itulah pertimbangan lain Pak Eko berani terbuka. So what ? Kalau emang mampu meniru, silahkan.


 TANTANGAN SELAMA INI 

Namanya bisnis pasti ada saja tantangannya. Tidak ada bisnis tanpa tantangan. Adapun bisnis Bracket TV merk ACC ini tantangannya adalah :

  1. Menjalin relasi
    Mendatangi para distributor atau para pengecer tentu membutuhkan effort besar terutama di awal-awal bisnis. Selain itu juga dibutuhkan ilmu khusus. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi anda yang ingin memulai bisnis ini atau bisnis sejenis.

  2. Menembus pabrik, bagi supplier besar
    Pabrik tidak main-main menerima orang baru. Biasanya selalu di-bulet-kan dulu untuk bisa ngambil barang langsung dari pabrik. Karena pabrik memproduksi terus sesuai kapasitas produksi. Jika sampai ada orang baru yang belum dikenal masuk buat ngambil barang, selalu ada resiko dari pabrik jika tidak kontinyu. Jika dilayani, mungkin akan memangkas kapasitas untuk pengambil barang lain yang sudah kontinyu.

    Tetapi jika dilayani kemudian berhenti, ini juga resiko kadung pembeli lain sudah kabur. Jadi disini harus punya ekstra kemampuan untuk melobi pabrik dan juga amanah dan tanggungjawab besar. Kadang pabrik butuh jaminan juga.

  3. Barang yang tidak tersedia setiap saat.
    Seperti halnya barang-barang lain yang pasarnya tetap, demikian juga dengan bracket TV ini. Pasar ada kalanya fluktuatif, pas musim anak sekolah misalnya, permintaan akan turun. Tapi pas tahun baru atau pas libur sekolah, kebutuhan pasar akan naik. Sementara produksi dari pabrik tetap. Untungnya ini adalah barang yang tidak basi meskipun lama.

    Jadi produksi yang menumpuk masih bisa disalurkan di saat kebutuhan meningkat. Namun kebalikannya juga, pada saat kebutuhan meningkat, barang menjadi langka. Customer harus siap menunggu produksi bulan berikutnya. Demikian seterusnya.

  4. Tidak menjamin untung yang sangat wah. Karena margin yang didapat tidak banyak. Tetapi yang dijamin adalah keberlangsungan. Pasarnya sangat stabil dan tidak mudah goyah.


 POTENSI 

Di antara potensi pasar bracket TV ini adalah :

  1. Pasar yang stabil dan kokoh. Sebagaimana kita ketahui bahwa produk bracket TV ini mengikuti pasar TV. Angka penjualan bracket mengikuti angka dan penjualan TV. Tidak perlu banyak berinvoasi yang penting selalu memantau inovasi yang dilakukan pabrikan TV besar.

  2. Masa peralihan dari era TV tabung ke era TV tipis masih berlangsung.
    Walaupun TV layar tipis sudah ada dimana-mana, tetapi masih ada pengguna TV tabung. Oleh karena itu selama masa peralihan dari TV tabung ke TV tipis ini maka pasar masih terbuka lebar.

  3. TV punya masa edar. Biasanya 5 tahun orang akan ganti TV dengan desain dan  teknologi yang lebih baru.  Saat itu orang akan juga butuh bracket TV baru. Jadi dengan demikian orang akan suka. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Pasar bracket itu masih prospektif, karena TV juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Desain terus berubah. Bracket tetap bisa berkembang dinamis menyesuaikan pasar. Produk ini memiliki karakter sebagai produk pendamping yang dijual bundling dengan penjualan TV.

  4. Bisa dikembangkan ke produk lain, seperti bracket AC dan roda kulkas yang pasarnya juga luas seiring dengan penjualan AC dan kulkas dari pabrikan.

  5. Dengan adanya produk bracket varian swivel, bracket TV yang bisa bergerak-gerak, ikut pula mendongkrak penjualan bracket secara umum.



 STRATEGI MEMENANGKAN PERSAINGAN 

Kompetisi merupakan konsekuensi lumrah dari banyaknya pemain di bisnis itu. Kompetisi menandakan pasar yang besar dan stabilitas yang bagus. Di antara strategi penjualan memenangkan persaingan yang dilakukan Pak Eko, selaku pemilik merk bracket TV ACC diantaranya adalah bagaimana bisa menekan harga semurah mungkin sehingga dikejar oleh distributor. Di antara strateginya adalah :

  1. Menjadikan bisnis seefisien mungkin.
    Pangkas biaya-biaya yang tidak perlu seperti gaji staf dan lain sebagainya.Terus terang sampai dengan saat ini pak Eko meskipun sudah meng-handle lebih dari 150 toko di Jawa dan Bali, beliau tidak menggunakan jasa pegawai sama sekali. Pak Eko berprinsip selama masih bisa dikerjakan sendiri maka tidak perlu pegawai. Tujuannya tentu saja untuk efisiensi.

    Tetapi bukan berarti memberatkan kerja diri sendiri. Ada sistem pembukuan dan pengelolaan customer yang baku yang sudah menjadi SOP. Sehingga dari sana tidak terlalu memberatkan pengelolaan.

  2. Strategi memangkas biaya operasional. 
    Seperti misalnya jika memang bisa tansaksi tanpa ketemu klien, ya tak perlu ketemu karena ini bisa memangkas biaya operasional.

    Selain itu yang paling sensasional terobosan dari bisnis Bracket TV pak Eko ini adalah bahwa beliau tanpa pake gudang. Sementara untuk kompetitor, tidak ada yang sanggup tanpa gudang. Luar biasa ini dimana dari pabrik langsung kirim ke pelabuhan.

    Bahkan demi memotong biaya operasional, pak Eko tidak menggunakan pegawai satu orangpun. Semua ditangani dengan sistem. Tak heran jika akhirnya menghasilkan harga yang paling murah  di antara supplier bracket TV lain.

  3. Free ongkir seluruh Jawa minimal 100 picis.
    Demi memanjakan konsumen (distributor/ toko/ pengecer), pak Eko siap mengirimkan bracketnya dengan sistem free pengiriman. Tak jarang di status-status beliau di facebook lagi kirim-kirim ke berbagai daerah. Di kirim sendiri semua dengan mobil Luxio pribadinya.

  4. Yang cash lebih murah, yang tempo lebih mahal.
    Ini juga merupakan strategi yang kedengarannya biasa. Tapi ini tetap menjadi strategi andalan. Tinggal mau menerapkan atau tidak. Mungkin banyak kompetitor yang juga menerapkan, tapi yang cengkeramannya ketat belum tentu bisa.

  5. Memangkas jalur distribusi.
    Demi mendapatkan harga termurah, Pak Eko memangkas jalur distribusi dengan langsung ambil dari pabrik. Memang tidak mudah meyakinkan pabrik, tetapi harus dibuat. Selain itu demi nama baik, keberlangsungan pemesanan ke pabrik juga kudu tetap dijaga. Disitulah pentingnya tanggungjawab dan komitmen. 

  6. Strategi panic attack.
    Apa itu ? Terus menerus posting kegiatan usahamu di media yang kamu punya. Karena yang dimiliki selama ini adalah facebook, maka ya terus posting kegiatan bisnismu di status-status facebook. Kadang di pengiriman, kadang di operasional, kadang di produksi, terus saja posting. Lama kelamaan pasar akan terbentuk. Sementara itu kompetitor akan merasa panik karena melihat anda terus beroperasi seakan tidak ada habis-habisnya.

  7. Ridho dengan untung yang sedikit.
    Tidak perlu mengambil untuk yang banyak yang penting order banyak dan kontinyu. Manjakan customer-mu. Daripada sekali dua kali penjualan dengan harga fantastis, lebih baik sedikit keuntungan tapi repeat order selamanya kalau bisa. Itu prinsip bisnis pak Eko. Teknik yang ini sepertinya juga sama dengan teknik yang dikembangkan sahabat mulia Abdurrahman bin Auf. Wallaua'lam. Perlu membuka tafsir kisah sahabat lagi. 

Dengan berbagai strategi di atas sudah barang tentu amat memangkas biaya dimana hal tersebut menjadikan harganya menjadi paling murah di antara supplier lain. Sehingga merk bracket TV ACC milik pak Eko ini selalu ditunggu klien karena lebih murah dari kompetitor.

 
Terakhir sebagai kongklusi/ kesimpulan berikut resep bisnis pak Eko yang bisa kita pelajari dan terapkan pada bisnis kita sesuai tingkat kecocokan masing-masing.

 

 11 RAHASIA BISNIS BRACKET TV PAK EKO 

  1. Berikhtiar terus. Jangan pernah berhenti berikhtiar. Karena ini senjata manusia dengan kedua tangannya

  2. Berdoa
    Senjata berikutnya manusia adalah berdoa. Doa merupakan konektivitas manusia dengan robb-Nya. Doa bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Selalu sisihkan waktu anda untuk berdoa. Tunjukkan benar-benar bahwa anda selalu butuh kepada Sang Pencipta anda.

  3. Berbakti kepada orang tua
    Restu orang tua merupakan variabel kedua setelah ridho Illahi. Dan kita semuapun pasti sangat mencintai kedua orangtua kita. Biasakan ketika mau berangkat berbisnis untuk selalu meminta doa dan restu kedua orang tua kita.

  4. Terus bergerak
    Jangan mandeg. Teruslah bergerak. Tentunya dengan planning sematang yang kita pikirkan. Adapun kalau ada hal-hal di lapangan yang tidak kita prediksi di perencanaan, maka itulah gunanya berdoa. Selain tentu saja kreatifitas kita dalam berkarya dan menyelesaikan setiap problem di lapangan.

  5. Ulet.
    Kisah bagaimana pak Eko menjual ke toko-toko dimana begitu banyak tantangan yang dihadapi dari para pemilik toko tentu bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk ulet di dalam berusaha. Pun demikian juga kisah beliau dalam menembusi pabrik yang sangat tidak mudah. Jadikan itu pemicu bagi kita untuk juga ulet.

  6. Jangan mudah menyerah.
    Sebelum nyawa di kerongkongan, tidak boleh menyerah bagi seorang muslim. Allah berfirman di dalam Al Qur’anul Karim yang artinya :

    “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

  7. Siap bekerja dari bawah.
    Dengan bekerja dari bawah, kita menjadi tahu kondisi riil di lapangan. Beda dengan yang bekerja langsung dari atas biasanya tidak bisa menyelami apa yang ada di lapangan. Paling banter hanya menerima laporan dari anak buah. Disini pentingnya bekerja siap dari bawah.

  8. Terus berusaha mencari jalan terbaik
    Apapun yang bisa dilakukan untuk menambah langkah lebih dekat kepada kesuksesan maka lakukanlah. Ketika satu jalan terasa buntu, segera ambil jalan lain. Yang penting tetap istiqomah di atas jalur bisnis tersebut.

  9. Selalu semangat mencari solusi
    Tentu ilmu ini harus dikombinasi dengan insting yang kuat dalam melihat permasalahan. Setelah diketahui bahwa itu adalah sebuah permasalahan maka segera cari solusinya.

  10. Siap berkompetisi
    Kompetitor memiliki peran besar dalam membuat kita maju. Karena dengan adanya kompetitor menjadikan kita terpacu untuk bersaing. Apapun cara yang bisa diambil untuk memenangkan persaingan maka lakukanlah selama cara itu sesuai etika dan tidak keluar dari cara yang syar’i.

    Siap berkompetisi dan terus memutar otak gimana caranya bisa menjadi pemenang. Semangat ini yang jarang ditemukan sekarang pada anak-anak muda. Dalam hal ini Pak Eko menerapkan strategi gimana caranya agar dapat memangkas biaya. Harus menjadi pemenang dari sektor ini. Ini yang patut kita tiru.

  11. Terus berusaha berkembang
    Salah satu cara pak Eko dalam mem-push diri untuk berkembang adalah dengan menetapkan target. Pasang target yang realistis untuk kemudian kejar itu. Target merupakan pengganti mandor bagi kita yang terbiasa bekerja ke orang lain sebelumnya.

  12. Siap memberikan keuntungan lebih besar kepada Distributor.
    Distributor adalah pasar dalam hal bisnis pak Eko ini. Maka menangkan hatinya. Pak Eko siap memberikan keuntungan lebih besar ketika distributor/ pengecer menjual barang pak Eko ke pasaran. Sedikit saja keuntungan per bijinya tidak masalah. Karena kalau kita dapat order banyak kan dapat faktor kali dan akan banyak juga keuntungan kita pada akhirnya.


 TAWARAN DARI PAK EKO UNTUK ANDA PEMBACA SEMUANYA 

Pak Eko mengajak kepada anda untuk berkembang bersama menjadi distributor. Pasar offline maupun online masih terbuka sangat luas.  Di online memang sudah sangat banyak, tetapi yang benar-benar siap berkembang masih kurang. Pak Eko siap men-support yang ingin berkembang bersama tersebut dari awal sampai dengan sukses. Pak Eko juga siap memberi keuntungan yang lebih besar kepada anda.

Bagi yang mau join dengan pak Eko, insyaAllah akan mendapatkan bonus ebook Kiat berjualan Online maupun Offline/ Toko dan bagaimana meningkatkan omsetnya sampai dengan 400 %. Syaratnya siap menjadi Reseller Pak Eko. Ebook ini persembahan ngobiss.com sebagai bentuk terimakasih telah membaca. Tinggal kontak Pak Eko dan sampaikan bahwa anda mendapatkan info ini dari Ngobiss.com. Klik link whatsapp berikut :
 

Secara umum ngobiss.com memberi penilaian, bisnis pak Eko ini adalah bisnis yang cukup kuat pondasinya, akuntable pembukuannya, dan bagus dalam pengelolaan keuangannya. Tidak menjanjikan keuntungan yang luarbiasa, tetapi sangat kokoh dan berkesinambungan. Rekomended untuk yang suka bisnis jangka panjang dan sustainable.
--------------------------------------
 

Yuk join Langganan Ebook-Emagz Ngobiss Network langsung ke Whatsapp anda. Free. 

KLIK DISINI


 

Gimana kalau bisnis anda juga kami bantu bikinkan bussiness story seperti tulisan diatas ?
Jangkau lebih banyak customer dengan menceritakan story bisnis anda. Konten story yang baik mampu meningkatkan conversion rate penjualan sampai dengan diatas 50 %.
Tampilkan konten story di berbagai tools promosi anda seperti : website, blog, Company Profile, dan sebagainya. Ngobiss.com selalu berusaha mengedepankan copywriting yang SEO friendly pada setiap konten yang dibuat.
Perlu konsultasi atau bantuan ? Hubungi kami sekarang juga. KLIK DISINI

 
Pertanyaan/ diskusi seputar jasa Ngobiss Network bisa di ajukan ke link chat nomor berikut :