Berubah-ubah Visi

Pernahkah anda memiliki rencana yang menurut anda sangat bagus. Tapi kemudian terhenti kemudian anda malah berpikir mengerjakan yang lain ? Tidak masalah. Itu umum pada manusia.

 

Manusia sifat dasarnya emang mudah berubah. Ketika mendapatkan impuls positif, bawaannya akan optimis. Demikian pula sebaliknya saat mendapatkan impuls negatif bawaannya akan negatif.

 

Sementara itu hati manusia juga suka berubah-ubah. Rasulullah mengatakan bahwa hati manusia berada di antara jari jemari Allah. Manusia tidak bisa mengendalikan hatinya. Terkadang begini, terkadang begitu, terkadang lagi begono. Selalu berubah-ubah.

 

Makanya kita dinasehatkan untuk selalu berdoa : YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIKA (wahai Dzat yang membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu).

 

Jadi wajar banget jika manusia suka berubah-ubah. Karena memang hatinya dari sononya terus berubah-ubah.

 

Namun sayangnya, dalam bisnis atau bahkan dalam segala urusan muamalah manusia, sifat suka berubah-ubah tidak dapat ditolerir. Bisnis dan urusan permuamalahan tidak bisa disandarkan para keadaan pelakunya yang suka berubah-ubah. Disini ironi memang, sekaligus dilema permasalahan yang harus dicarikan solusinya.

 

Bagaimana mungkin bisnis bisa berjalan kalau pelakunya sekarang mengatakan jual, nanti siang mengatakan tahan, sorenya mengatakan sedekahkan, demikian seterusnya. 

 

Ini persoalan tentu saja.

 

Ada solusi praktis yang sebenarnya sudah ada yang merupakan solusi yang berangkat dari pengertian muamalah itu sendiri, yaitu.... BERSOSIALIASI.

 

Ya manusia harus berani bersosialisasi. Maknanya tidak hanya dalam pengertian bergaul ya, tapi juga MAU BERBAGI URUSAN.

 

Seperti misalnya : menjadi pegawai dengan memiliki bos, menjadi pengusaha dengan memiliki karyawan, menjadi pebisnis dengan memiliki partner, dan sebagainya. Artinya BERANI BERBAGI URUSAN dengan orang, jangan sendiri.

 

Penerapannya gimana ? Jawabannya adalah : Kalau anda punya ide maka segera eksekusi. Maknanya eksekusi disini tidak hanya kerjakan. Karena klo mengerjakan tapi sendirian, mudah diterkam setan. Mudah berubah orientasi. Hati ini mudah berbolak-balik. Butuh orang lain yang menguatkan. Bergaullah dan jadikan ide anda ada urusan dengan orang lain.

 

Sosialisasi tidak hanya soal uang, tapi juga tentang persoalan tanggungjawab. Tanggungjawab menunaikan kewajiban muamalah ke orang. Tanggungjawab memberikan layanan ke orang sesuai dengan akad. Sukur-sukur tanggungjawab memberikan best service ke orang agar menciptakan keunggulan dari kompetitor.

 

“Sesungguhnya serigala hanya memakan domba yang tercecer dari kelompoknya.”

 

“Dua orang lebih baik dari seorang, tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah).” (Abu Dawud)

 

Jadi jika anda ada ide, segera eksekusi, komunikasikan (tentunya dengan orang yang anda anggap bisa anda ajak kerjasama), sosialiasikan (bikin aqad perjanjian yang mengikat dengan para pihak yang menyetujui kerjasama dengan anda), terakhir eksekusi (laksanakan bersama). Endingnya terus jalankan secara Istiqomah bersama para pihak yang membersamai anda dalam aqad.