Ilmu dan Rahmat

Ilmu saja tidak cukup. Selain ilmu kita juga membutuhkan rahmat dan pertolongan dari Allah.

 

Betapa banyak orang yang tahu pasti tentang (ilmu) kebenaran tetapi tidak bisa mengamalkannya. Dia paham betul ilmunya, tapi tidak bisa (atau tidak mampu) mengamalkannya.

 

Terkadang gengsi mengalahkan nuraninya untuk beramal kebenaran. Terkadang juga kemalasan yang menghalanginya.

 

Seorang muslim sangat paham bahwa sholat itu wajib, tetapi berapa yang masih bolong-bolong sholatnya. Berapa yang masih molor subuhnya, berapa banyak yang masih enggan melakukan amalan yang jelas-jelas dia paham ilmunya.

 

Intinya banyak faktor penghambat seseorang dari mengamalkan kebenaran. Disitulah kita butuh pertolongan Allah.

 

Oleh karena itu sudah sangat wajar jika kita harus senantiasa rajin-rajin menghamba, merengek, dan memohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh agar senantiasa diberi hidayah dan mampu menjalaninya. Karena ilmu saja tidak cukup.

 

Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita doa yang luar biasa sebagaimana berikut :

 

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

 

Artinya:

 

"Ya Allah tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan bantulah kami untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan bantulah kami untuk menjauhinya. Janganlah Engkau menjadikannya samar di hadapan kami sehingga kami tersesat. Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

 

Doa di atas merupakan doa yang matsur dari Umar bin al-Khottob sebagaimana disebutkan al-Bahuti dalam kitabnya Syarh Muntahal Iraadaat.

 

Doa ini juga tercatat dalam Tafsir Ibn Katsir dalam penjelasan QS. Al-Baqarah ayat 213.

 

Contoh lain pada urusan duniawi :
Sebuah fakta cukup bikin surprise : dari 100 orang yang belajar ilmu bisnis di sebuah komunitas, hanya 5 orang yang bisa/ mau mengamalkan ilmu tersebut.

 

Yang 95 kemana ? Apa mereka tidak tahu ? Jelas tau. Tapi mengapa tidak menjalankan ilmu tersebut ? Disitulah berbagai alasan muncul. Intinya hanya yang dikehendaki-Nya saja yang bisa.

 

Dan setelah kita perlebar surveynya, ternyata hal ini lumrah dimana-mana. Semua orang paham ilmunya, tapi kebanyakannya tidak mampu mengamalkan.

Betapa ilmu saja tidak cukup !

 

Dalam hal agama,

 

Betapa banyak orang masih dalam kekafiran meskipun sudah dijelaskan dengan panjang lebar tentang hakekat Islam. Pada kenyataannya tetap dalam kekafiran sampai mati. Hatinya menerima, akalnya menerima, tapi lidahnya kelu, tubuhnya menolak. Na'udzubillah min dzalik.

 

Semoga saya dan pembaca semua bisa mengambil ibrahnya. Semoga selain mengilmui, kita juga diberi kemampuan berikhtiar mengamalkan sebab-sebab kauniyah kesuksesan.

  

Lebih jauh juga semoga kita diberi hidayah oleh Allah agar senantiasa tawakkal dan berdoa dengan bersungguh-sungguh menggapai sebab-sebab syar'i akan kesuksesan dalam kehidupan dan pasca kematian.

 

Wallahua'lam.