Pede Berjualan

Apa penyebab seseorang tidak PeDe dalam berjualan ? Banyak sebab.

 

Akan tetapi salah satu yang utama adalah karena mindset . Terlalu bermindset fokus pada uang adalah penyebabnya. Dia berpikiran bahwa dagang itu tujuannya uang semata. Sehingga ketika berdagang yang dipikir adalah uang uang dan uang. Titik tumpu nya hanya disitu.

 

Maka tak heran ketika ada cacat di produknya, dia kurang ambil peduli. Ketika waktunya memberi servis, dia kurang responsif. Ketika ada komplain, dia berusaha menghindar.

 

Kenapa ? Ya karena tujuannya sudah didapatkan. Sudah dapat uang, yang lain bukan urusan saya... Begitu.

 

Masalah servis, handle komplain, pendalaman pengetahuan produk... Kurang diperhatikan.

 

Akhirnya wajar dia jadi tidak PeDe dengan urusan selain uang. Hidupnya jadi penuh tekanan. Serba takut ketemu customer.

 

Pikirannya bergejolak : waduw, aku telah mengambil uangnya... Aku telah memangsanya, aku telah mendoliminya... Dan berbagai *pemikiran merasa bersalah* lain... Padahal belum tentu juga.

 

-------

 

So yang benar bagaimana ?
Niatkan berdagang untuk memberi manfaat kepada orang lain . Ketika fokusnya sudah pada memberi manfaat, maka semuanya menjadi mudah dan jauh lebih nyaman.

 

Dia akan pilih berjualan produk terbaik dengan mutu prima, karena ingin customer nya terselesaikan kebutuhannya dan mendapatkan pengalaman mendapatkan manfaat terbaik.

 

Dia akan mendalami ilmu perprodukan yang dia jual. Sehingga mudah menjawab setiap pertanyaan customer sehingga ini jelas memberi manfaat ke customer.

 

Dia akan mendalami ilmu psikologi manusia, karena tujuannya berbagi manfaat kebahagiaan dengan orang lain, bukan berbagi derita, amarah, ataupun emosi saja.

 

Energi kebahagiaanpun terus menyelimutinya selama mindset menebar manfaat terus menyertai niatnya.

 

Adapun uang, dia mesti sepenuhnya yakin kepada Yang Maha Kaya. Uang dan rejeki sudah bagian dari konsekuensi. Niat yang baik sudah sunnatullahnya akan mendapatkan imbalan yang sepadan.

 

Beramal untuk menebar manfaat, sudah sunnatullahnya akan dibayar dengan fee yang sepadan dan tak jarang jauh lebih besar nilainya dibanding ekspektasi. Semisal anugerah fee berupa : pembelian yang terus berulang, pelanggan yang semakin banyak, marketing dari mulut ke mulut, toko yang terus menjadi buah bibir, dan sebagainya...

 

Selain tentu saja nilai manfaat yang sebenarnya berupa pahala untuk kehidupan akhirat nanti.

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

 

Wallahua'lam.