Waktu terbaik beramal

Ketika masih muda diajak beramal mikirnya nanti aja. Toh usia masih muda. Masih banyak kesempatan nanti sesudah agak gedean dikit. Sekarang masih muda, mari nikmati masa anak-anak atau remaja. Biar nanti dewasa tidak ada ucapan "masa kecil kurang bahagia". Padahal sapa tau umur sampai kapan. Ini jargon dari orang kafir.

 

Ketika sudah dewasa, saat diajak beramal kebaikan, mikirnya sibuk. Masih kuliah, harus fokus, alokasikan seluruh energi untuk mendapatkan IP bagus, agar nanti dapat kerjaan bagus. Alibinya : Klo dapat kerjaan bagus kan enak bisa dapat pahala sedekah. Padahal sebenarnya beramal itu ndak butuh lama, cukup disela-sela kegiatan kuliah bisa sebenarnya. Sepertinya mending buat ndugem atau nongkrong, refreshing.

 

Ketika sudah dapat kerja, mikirnya ganti fokus buat kerja dan berkeluarga. Di kantor kejar karir, sampai diusahain buat lembur-lembur agar pangkat cepet naik dan gaji berlipat. Sampai rumah udah capek. Lalu Akhir pekan ? ya rekreasi donk.

 

Demikian seterusnya. Selalu ada qiilah...

 

Sampai akhirnya begitu sudah tua, anak-anak sudah pada besar sudah pada mengurusi hidup sendiri-sendiri, badan inipun telah juga ikut-ikutan rapuh. Sudah penyakiten sana sini. Uang yang dikumpulkan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun habis untuk berobat hanya sekedar buat nambah harapan hidup beberapa tahun atau beberapa bulan.

 

Rasanya semua sudah terlambat. Naif sekali kalau sudah saat seperti itu sekedar istighfar saja tidak mau.

 

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang tidak menyia-nyiakan waktu.

 

Pepatah Arab mengatakan : Al waqtu kassaif. Fa illam tatho'hu qotho'aka.

 

"Waktu adalah pedang, jika tidak bisa menggunakannya, nicaya akan menebas diri kita sendiri".

 

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

 

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

 

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

 

Jadi kapan waktu terbaik untuk beramal ?
Jawabnya adalah sekarang !
Dengan manajemen waktu yang baik, dan dengan komitmen menetapinya, InsyaAllah kita bisa. Allahuakbar !