Investasi Sistem Informasi

Investasi Teknologi Sistem Informasi merupakan syarat mutlak keberlangsungan bisnis di masa kini.

 

Investasi di bidang Sistem Informasi merupakan kebutuhan tak terelakkan lagi yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mengikuti perkembangan zaman pada saat ini. Keengganan dalam Investasi Teknologi Sistem Informasi dapat menyebabkan sebuah Perusahaan bangkrut dan tidak mampu lagi untuk beroperasi.

 

Bahkan sekedar menahan duit terlalu sedikit untuk investasi di bidang ini, hal itu sudah cukup untuk membuat perusahaan menjadi limbung.
Investasi di bidang Sistem Informasi merupakan bagian tak terpisahkan dari Investasi Teknologi secara umum.

 

 

Pengertian Investasi Sistem Informasi

 

Investasi memiliki pengertian sebagaimana berikut :

 

Yakni suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. (wikipedia)

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia investasi berarti penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

 

Jadi secara umum investasi dapat diartikan : meluangkan/ memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi mengharapkan suatu keuntungan/ manfaat pada masa yang akan datang.

 

Dalam pengertian lain investasi memiliki pengertian membeli sesuatu yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula.

 

Menurut Wikipedia, Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.

 

Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi, tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

 

Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja, dimana pengertian sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan, dimaknai bahwa Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

 

Jadi yang dimaksud dengan Investasi Teknologi Informasi adalah : melakukan kegiatan meluangkan uang, waktu, dan energi dalam jumlah tertentu untuk membangun sebuah sistem yang mendukung kinerja perusahaan yang diproyeksikan akan membuat sistem proses bisnis di perusahaan tersebut lebih efektif, lebih efisien, dan scale up perusahaan secara signifikan dalam beberapa waktu ke setelah selesai proyek Sistem Informasi yang di invest.

  

 

Keuntungan Investasi Sistem Informasi

 

Keuntungan yang diharapkan untuk didapatkan setelah proyek ini selesai adalah berupa : semakin besarnya keuntungan yang didapatkan, pekerjaan dan proses bisnis yang semakin efektif dan efisien, semakin rendahnya tingkat stress para karyawan, dan juga tersedianya tools untuk mendukung pembuatan keputusan secara lebih baik dan akurat.

 

Hendaknya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di jaman ini berani berinvestasi di bidang Teknologi Sistem Informasi karena saat ini titik tekan perkembangan zaman ada di Teknologi Sistem Informasi.

 

Jika pada abad ke-20 penekanan perkembangan zaman pada perkembangan teknologi mesin-mesin produksi yang ditandai dengan sejumlah penemuan dan perkembangan mesin pabrik, maka di abad 21 ini titik tekan zaman adalah pada Teknologi Sistem Informasi.

 

Bahkan saat ini telah dimulai penggunaan sistem dan teknologi robot untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia di pabrik. Keadaan seperti ini dalam keseharian disebut dengan istilah era industri 4.0.

 

 

Jangan enggan berinvestasi

 

Keengganan berinvestasi di ranah Sistem Informasi dapat menyebabkan sebuah Perusahaan menjadi limbung. Dan pada tataran lebih ekstrem dapat menyebabkan perusahaan bangkrut. Terkadang bangkrutnya sebuah perusahaan hanya disebabkan oleh persoalan kecil yang sepertinya remeh. Contoh paling mudah misalnya : ketergantungan terhadap person tertentu yang terlalu besar misalnya untuk bagian penggajian.

 

Semua urusan gaji direkap di satu orang karena hanya orang tersebut yang menguasai. Hal ini tentu beresiko besar, karena bagaimana jika orang ini sedang terhalang karena sakit misalnya. Tentu akan membahayakan bagi kelangsungan perusahaan.

 

 

Faktor pendorong keengganan berinvestasi di Sistem Informasi

 

Berikut 2 faktor pendorong keengganan berinvestasi di Sistem Informasi : 

 

 

1. Rasa apriori dan merasa baik-baik saja

 

Biasanya keengganan berinvestasi di Sistem Informasi dikarenakan rasa apriori oleh para direksi atau pendiri Perusahaan yang biasanya adalah generasi tua. Cara berpikir mereka masih konvensional dimana mereka sangat percaya diri dengan dasar-dasar sistem yang telah mereka bentuk dari awal mendirikan perusahaan.

 

Mereka percaya hal itu bisa menggerakkan perusahaan sampai dengan saat ini, maka ke depan juga akan tetap bisa. Artinya tanpa perlu dibawa ke Sistem masih bisa jalan.

 

Mereka lupa bahwa dunia akan terus berubah. Keengganan untuk berubah bisa menyebabkan bom waktu kehancuran entah cepat atau lambat. Hal ini bisa dilihat dari trend sekitar kita yang terus berevolusi juga. Sementara banyak orang yang menggantungkan hidup mereka kepada perusahaan ini. Jika perusahaan ini sampai berhenti beroperasi, nasib mereka ini bagaimana ?

 

 

2. Kekhawatiran sistem baru justru merusak sistem lama

 

Selain karena faktor gaya berpikir konvensional, biasanya penyebabnya juga karena rasa kawatir apakah Sistem Informasi yang dibangun ini nantinya apakah bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Ataukah jangan-jangan malah merusak sistem yang telah ada.

 

Pemikiran seperti ini wajar, karena biasanya pengetahuan tentang Sistem Informasi belum begitu dalam. Jika sudah mendapatkan wawasan biasanya menjadi luluh dan tercerahkan.

 

 

Antisipasi Kegagalan Proyek Sistem Informasi

 

Namanya proyek pasti ada resiko kegagalan. Namun demikian ada langkah-langkah yang bisa diambil agar proyek anda berhasil. Berikut beberapa di antaranya : 

 

1. Mengawal proyek

Mengawal proyek Investasi Sistem Informasi dan melibatkan orang-orang yang memiliki kapasitas di dalamnya yang kepentingannya adalah hanya pada keterselesaikannya proyek. Biasanya orang ini adalah orang luar yang memiliki track record sudah baik. Adapun pegawai (internal), biasanya terdapat kepentingan lain semisal melindungi diri mereka sendiri. Selain itu juga anda harus berani investasi waktu lebih besar di proyek ini agar hasil maksimal.

 

 

2. Plan B berupa back up

Antisipasi lain kegagalan proyek Sistem Informasi adalah dengan membuat plann B. Plann B ini berpijak pada : selama sistem belum teruji, hendaknya selalu ada sistem back up. Jangan langsung dilepas untuk menghandle semuanya sementara sistem masih trial. Masa trial harus benar-benar digunakan untuk melakukan testing maksimal sampai sistem benar-benar teruji maksimal.

 

Bahkan saat sistem ini nanti beroperasi, tetap harus ada sistem back up. Sistem otomatis akan memback-up data setiap periode waktunya, biasanya 24 jam sekali. Jadi jika sewaktu-waktu data terhapus karena accident misalnya, backup 1 hari sebelumnya masih bisa digunakan.

 

 

3. Berani investasi lebih di pendanaan

 

Berani investasi lebih di pendanaan ketika ada gejala proyek anda tersendat-sendat juga merupakan solusi bagus. Salah satu caranya adalah melibatkan orang/ lembaga independen untuk melakukan audit proyek ini. Karena bisa saja terganggunya proyek tidak diakibatkan oleh tim penggarap, tetapi bisa juga oleh tim internal/ pegawai anda sendiri.

 

Mereka menekan kontraktor proyek untuk menyesuaikan dengan keinginan mereka. Karena ketakutan mereka dalam hal akan tergantikannya pekerjaan mereka oleh sistem yang pada tahap terbesar mereka kawatir kehilangan pekerjaan. Ini perlu diberi pengertian.

 

 

4. Target awal Blueprint

 

Hendaknya target awal adalah blueprint sistem yang di kalangan orang-orang pemrograman disebut dengan DAK (Dokumen Analisa Kebutuhan). Jangan langsung mentargetkan sistem jadi dan harus ada progress kalau DAK belum sempurna 100 %. Ini akan mengacaukan proyek anda.

 

Banyak vendor yang seakan lupa dengan kaidah ini. Bahwa blueprint ini harus ada. Tanpa itu pekerjaan dapat melebar kemana-mana. Terlalu banyak proyek yang gagal hanya karena hal ini, ini berdasarkan yang saya amati selama pengalaman di dunia pengembangan sistem informasi.

 

Jika sudah mengetahui beberapa solusi diatas, maka sebaiknya memang segera perusahaan anda untuk bergerak melakukan investasi Sistem Informasi sebagai antisipasi perkembangan perusahaan menyongsong masa depan.

 

Feel free to discuss anything with me !

 KLIK DISINI 
WA : 0895-3536-988-66